Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menuju Cognitive City, AS Kucurkan Hibah Rp 41,5 Miliar untuk Digitalisasi IKN

Ari Arief • Kamis, 26 Februari 2026 | 16:22 WIB

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono.

KALTIMPOST.ID, IKN-Ambisi Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menjadi kota cerdas kian mendapat dukungan internasional.

Pemerintah Amerika Serikat, melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA), resmi memberikan dana hibah senilai US$ 2,49 juta atau setara Rp 41,5 miliar kepada Otorita IKN (OIKN).

Dana segar tersebut dialokasikan untuk asistensi teknis dalam menyempurnakan cetak biru (blueprint) Smart City Nusantara.

Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan infrastruktur digital yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga ramah terhadap investasi global dan berkelanjutan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital adalah tulang punggung pembangunan ibu kota baru.

Menurutnya, Nusantara harus tumbuh menjadi kota yang hijau sekaligus memiliki kecerdasan fundamental dalam tata kelolanya.

Baca Juga: Kalahkan Kementerian PUPR di Mahkamah Agung, Jatam Kaltim Desak Keterbukaan Dokumen IKN

"Visi kami jelas, Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,"kata Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Kamis (26/2).

Siapkan Dokumen Strategis

Asistensi teknis dari pihak Amerika Serikat ini tidak hanya sekadar konsultasi, melainkan akan menghasilkan dokumen teknis yang siap pakai.

Beberapa poin utama yang akan dirampungkan meliputi model finansial dan investasi, paket dokumen pengadaan (RFP), hingga peta jalan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Seluruh perencanaan ini dirancang agar sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), guna memastikan pembangunan fisik dan sistem digital berjalan transparan dan berstandar internasional.

Melompat ke Kota Kognitif

Baca Juga: Magnet IKN Kian Kuat, 57 Perusahaan Guyur Investasi Rp 72 Triliun di Awal 2026

Menariknya, pengembangan Nusantara diproyeksikan melampaui konsep kota cerdas (smart city) konvensional.

Subhranshu Sekhar Das, Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika, salah satu anggota konsorsium pelaksana, menyebut Nusantara berpeluang bertransformasi menjadi Cognitive City.

"Dengan bantuan Agentic AI dan platform pengetahuan yang terfederasi, Nusantara bisa menjadi kota yang adaptif, mampu melakukan simulasi mandiri, serta mengoptimalkan layanan publik secara otomatis. Ini akan menjadi rujukan global," jelas Subhranshu.

Pengerjaan proyek ini akan dilakukan oleh konsorsium ahli, di antaranya Eficens Systems Inc, Frost & Sullivan, ASECH Indonesia, Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia.

Kick-off pertemuan perdana proyek ini pun telah digelar pada hari yang sama, dihadiri oleh Perwakilan Senior USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna.

Dukungan ini menegaskan komitmen OIKN bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya fokus pada fisik bangunan, melainkan juga keamanan dan kematangan sistem digital masa depan.(*)

Editor : Almasrifah
#IKN #Hibah #smart city #amerika serikat