KALTIMPOST.ID,IKN-Kemeriahan Ramadan 1447 Hijriah terasa kental di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Setiap harinya, Masjid Negara IKN menyiapkan sedikitnya 700 porsi takjil gratis bagi warga dan pekerja yang ingin menikmati suasana berbuka puasa di jantung ibu kota baru tersebut.
Menu yang menjadi primadona tahun ini adalah Bubur Nusantara. Hidangan ini bukan sekadar takjil biasa, melainkan warisan kuliner khas Samarinda Seberang yang umumnya hanya muncul saat bulan suci. Dimasak langsung di area pelataran masjid selama 1,5 jam, bubur berwarna cokelat muda ini kaya akan bumbu kari rempah yang memberikan aroma dan rasa yang kuat.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengungkapkan bahwa pengangkatan menu lokal ini adalah upaya memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur kepada khalayak luas.
Baca Juga: Tuntut Salam Dayak Diakomodir di IKN, TBBR Layangkan Ultimatum 14 Hari
"Kami ingin Masjid Negara menjadi simbol harmonisasi. Masyarakat umum sangat dipersilakan hadir untuk merasakan kehangatan kebersamaan, mulai dari waktu berbuka hingga shalat Tarawih," jelas Alimuddin.
Ruang Inklusif bagi Semua Kalangan
Lebih dari sekadar urusan perut, momen berbuka di Masjid Negara IKN menjadi potret nyata keberagaman Indonesia. Di bawah naungan atap masjid, berbagai lapisan Masyarakat, mulai dari pejabat, pekerja konstruksi, hingga keluarga, duduk berdampingan tanpa sekat.
Menariknya, suasana inklusif ini juga menarik perhatian warga non-Muslim yang ikut hadir menghormati dan menikmati atmosfer toleransi di sana. Muslih, salah satu pekerja di Rusun ASN, mengakui antusiasmenya terhadap kegiatan ini.
"Berbuka di sini sangat seru karena pilihannya beragam. Tapi jujur, Bubur Nusantara adalah favorit saya karena rasanya yang gurih dan bikin ketagihan," tuturnya.(*)
Editor : Dwi Puspitarini