KALTIMPOST.ID,IKN-Peringatan Hari Kartini di Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini terasa lebih bermakna.
Bukan sekadar seremoni pakaian adat, namun sebanyak 24 murid sekolah dasar dari delapan sekolah di Gugus 1 Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) berkumpul di SDN 019 Sepaku untuk satu misi mengasah literasi demi masa depan bumi Nusantara.
Selama tiga hari, terhitung 21 hingga 23 April 2026, Otorita IKN (OIKN) berkolaborasi dengan INOVASI—kemitraan Australia-Indonesia—menggelar lokakarya penulisan cerita anak bertajuk "Suara Kecil untuk Bumi Nusantara".
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, yang hadir langsung di lokasi, menekankan bahwa investasi paling berharga di IKN bukanlah beton, melainkan kapasitas manusia sejak usia dini.
“Kami ingin mengetuk hati anak-anak kita agar mulai berani menulis. Inilah generasi penggerak yang kelak akan mengisi dan membangun IKN. Kalian adalah bagian utama dari mimpi Indonesia Emas,” kata Alimuddin dengan nada bangga.
Baca Juga: Cetak ‘Iron Man’ Lokal, OIKN Gembleng Guru IKN Jadi Mentor Robotika
Senada dengan itu, Deputy Director Bidang Ekosistem Sekolah INOVASI, Handoko Widagdo, menyebut bahwa perspektif anak-anak sering kali menjadi bagian yang terlupakan dalam sebuah pembangunan besar. "Penting bagi kita mendengar suara dan cerita perubahan langsung dari mata mereka, karena anak-anak inilah penerima manfaat utama program kita," tuturnya.
Sentuhan Magis Reda Gaudiamo
Ada yang istimewa dalam pelatihan kali ini. Para penulis cilik Sepaku ini dibimbing langsung oleh Reda Gaudiamo. Penulis seri buku Na Willa sekaligus musisi legendaris yang mempopulerkan musikalisasi puisi ini, turun tangan membangkitkan imajinasi peserta.
Di hadapan para murid, Reda berbagi "sihir" dari sebuah tulisan. Ia bercerita bagaimana kata-kata bisa berubah menjadi buku, film, hingga membawanya berkeliling dunia.
Baca Juga: Megah di Atas Bukit IKN, Gedung Baru MPR RI Bakal Simbolkan Ketegasan Bangsa
“Menulis itu penting, menyenangkan, dan seru. Dengan menulis, kalian bisa bertemu banyak orang dan menjelajahi tempat-tempat baru tanpa batas,” ujar Reda memotivasi para peserta.
Belajar dari Alam
Pelatihan ini jauh dari kesan membosankan. Para peserta diajak keluar kelas, mengeksplorasi lingkungan sekitar SDN 019 Sepaku, mengamati pohon, tanah, hingga interaksi warga, lalu menuangkannya menjadi narasi yang jujur.
Tuan rumah kegiatan, Kepala SDN 019 Sepaku, Suleiman Effendi, mengaku terhormat sekolahnya menjadi pusat gerakan literasi ini. Ia menegaskan kesiapannya mendukung penuh setiap program OIKN dan INOVASI yang bertujuan meningkatkan kapasitas intelektual murid-muridnya di kawasan delineasi IKN.
Baca Juga: Transaksi Kripto Turun, Konsumen Justru Naik hingga 21 Juta Orang
Langkah ini menjadi komitmen nyata OIKN bahwa di tengah deru alat berat pembangunan fisik, pembangunan jiwa melalui pendidikan dan literasi tetap menjadi fondasi utama menuju generasi unggul 2045. ***
Editor : Dwi Puspitarini