NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian Kaltim. Kajian dampak ekonomi pembangunan IKN Tahap I periode 2022–2024 mencatat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen, tertinggi di Kaltim. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, mengatakan keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat," ujar Mia saat Seminar Jumat Belajar bertema "Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!", Jumat (26/6).
Berdasarkan hasil kajian, dampak ekonomi tahap awal paling besar dirasakan di PPU sebagai wilayah inti pembangunan. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan belanja pemerintah dan investasi yang mendorong sektor konstruksi menjadi salah satu penopang utama struktur perekonomian daerah.
Tak hanya itu, aktivitas pembangunan juga mulai memberikan efek berganda ke wilayah penyangga melalui meningkatnya kebutuhan barang dan jasa, logistik, transportasi, perdagangan, akomodasi, hingga sektor pendukung lainnya. Kondisi ini menunjukkan keterkaitan ekonomi mulai terbentuk antara Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara dengan daerah-daerah di sekitarnya.
Baca Juga: Basuki Apresiasi Hari Doa Nasional di IKN, Perkuat Dukungan Spiritual bagi Pembangunan Nusantara
Otorita IKN memperkirakan dampak ekonomi akan semakin besar pada pelaksanaan pembangunan Tahap II. Tambahan produk domestik regional bruto (PDRB) diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi PPU maupun Kaltim secara berkelanjutan.
Menurut Mia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi ekonomi Kaltim dari sektor berbasis sumber daya alam menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah.
Karena itu, pembangunan IKN tidak hanya difokuskan pada aktivitas konstruksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kapasitas tenaga kerja, memperluas keterlibatan pelaku usaha daerah, serta mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru.
Strategi tersebut sejalan dengan pengembangan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) yang menghubungkan Nusantara dengan Balikpapan, Samarinda, dan kawasan sekitarnya. Melalui konsep tersebut, IKN diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong pembangunan Kaltim secara lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Editor : Muhammad Ridhuan