KELUHAN ibu-ibu rumah tangga di Penajam Paser Utara (PPU) tentang kenaikan harga beras dapat dimaklumi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (Diskumperindag) PPU Saidin. Ibu-ibu rumah tangga itu disebutnya pantas saja mengeluhkan hal itu. Sebab, sebelum harga beras naik sudah didahului dengan sejumlah harga bahan pokok lainnya yang harganya naik lebih awal. “Kami akan terus memantau harga beras di pasaran. Jika harga terus naik dan tidak stabil, kami akan melakukan operasi pasar,” kata Kepala Diskukmperindag PPU Saidin, Senin (19/2).
Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk membeli beras di pasar tradisional karena harganya biasanya lebih murah daripada di supermarket. Dia menambahkan, Diskukmperindag PPU juga akan berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras di PPU. “Kami akan koordinasi dengan Bulog agar stok beras di PPU aman,” katanya.
Tentang operasi pasar, lanjut dia, sudah direncanakan mulai Selasa, 11 Maret 2024 atau bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-22 PPU, bekerja sama dengan Bulog. “Kami sudah menetapkan delapan titik operasi pasar tersebar pada empat kecamatan di PPU, yaitu Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, Sepaku,” ujarnya. Hanya, hingga kemarin pihaknya belum memastikan titik mana saja pada setiap kecamatan untuk tempat operasi pasar itu. Dia mengatakan, operasi pasar ini dijadwalkan berakhir hingga jelang Lebaran pada April 2024. Harga beras melalui operasi pasar ini, kata dia, lebih murah daripada harga di pasaran. (far/k16)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : Faroq Zamzami