KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Tak dimungkiri, kondisi hutan di Kalimantan Timur (Kaltim) kian hari semakin memprihatinkan.
Hal itu mendorong Lingkar Daya Konservasi Alam (Lingdaka) melakukan pertemuan dengan Penegak Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan di Kantor Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Selasa (3/7).
Dalam pertemuan itu, Lingdaka melaporkan bagaimana kondisi hutan di Kaltim yang menjadi perhatian masyarakat. Hasil pemantauan tersebut disampaikan langsung kepada Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Leonardo Gultom.
Ketua Umum Lingdaka Imam Mutaji mengatakan, kedua pihak membahas dan sekaligus berkoordinasi tentang tindak pidana kehutanan. Mengacu keberadaan Peraturan Presiden Nomor 5/2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan.
“Khususnya ilegal tambang, kebun sawit, dan pembalakan liar, illegal logging di dalam kawasan hutan yang tidak memiliki izin,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan yang turut merusak hutan kian marak terjadi di Kaltim. Baik karena tambang batu bara, keterlanjuran sawit hingga pembalakan liar kayu.
Hal itu, kata dia, berdampak pada meluapnya Sungai Mahakam dan mengakibatkan banjir yang terasa semakin parah. Termasuk rusaknya kawasan hutan Kalimantan akibat penambangan ilegal.
“Banyak tambang batu bara yang konsesinya di dalam kawasan hutan tetapi diduga tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan (IPPKH). Sehingga justru menimbulkan kerugian negara,” bebernya.
Karena tidak ada jaminan reklamasi, lanjut Imam, dampaknya tentu saja kerusakan pada kawasan hutan. Pihaknya berharap usai pertemuan tersebut, ada perhatian intens untuk perbaikan hutan di Kaltim.
Nantinya, kata dia, melalui koordinasi dari berbagai pihak, mampu memperbaiki kondisi hutan. Dia juga menyebut, kepala balai berpesan agar tidak henti berkoordinasi dengan Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan. Terutama memberi informasi tentang dugaan tindak pidana yang masuk dalam kawasan hutan Kalimantan.
“Kami berharap ada penindakan yang tegas terkait tambang ilegal, kebun sawit, pembalakan liar kayu, hingga illegal logging,” tuntasnya.
Sementara itu, Leonardo Gultom menyambut baik pertemuan tersebut. Hal itu sebagai bentuk koordinasi dalam menjaga hutan.
Editor : Dwi Restu A