KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Triwulan III 2025 tumbuh positif 4,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (y-on-y). Pertumbuhan itu ditopang seluruh komponen pengeluaran, terutama ekspor barang dan jasa yang menjadi penggerak utama.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, peningkatan ekspor menjadi penopang tertinggi dalam struktur PDRB Kaltim tahun ini. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa mencapai 5,73 persen.
Ini disebabkan adanya peningkatan permintaan berbagai komoditas unggulan hasil industri pengolahan yang dipasarkan keluar wilayah. Selain ekspor, aktivitas konsumsi masyarakat juga terus tumbuh. Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) naik 4,53 persen.
Sementara Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh 4,93 persen. Pemerintah pun ikut mendorong dengan belanja yang naik 0,91 persen. Adapun Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat 2,54 persen.
Meski begitu, impor barang dan jasa juga ikut naik 5,81 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Yusniar menegaskan, impor tetap menjadi faktor pengurang dalam perhitungan PDRB menurut pengeluaran, meski kontribusinya tetap menunjukkan geliat aktivitas ekonomi.
Dari sisi struktur ekonomi, perekonomian Kaltim masih ditopang kuat oleh Net Ekspor, yang memberi kontribusi 38,53 persen terhadap total PDRB. “Besaran kontribusi net ekspor berasal dari kontribusi Komponen ekspor barang dan jasa yang mencapai 115,28 persen, serta komponen impor barang dan jasa, sebagai faktor pengurang dalam PDRB menurut pengeluaran 76,75 persen,” jelasnya.
Di bawah ekspor, PMTB berperan sebesar 37,31 persen, disusul PK-RT 18,13 persen, PK-Pemerintah 5,50 persen, dan PK-LNPRT sebesar 0,53 persen.
"Jika dilihat dari sumber pencipta pertumbuhan ekonomi, Net Ekspor kembali menjadi penyumbang terbesar, yakni 2,87 persen. Selanjutnya PMTB memberi andil 0,77 persen, PK-RT sebesar 0,64 persen, dan PK-Pemerintah 0,03 persen," bebernya.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa daya dorong utama ekonomi Kaltim masih berasal dari sektor luar negeri. Ekspor yang solid, disertai konsumsi rumah tangga yang stabil, menjadi bukti bahwa mesin ekonomi Bumi Etam tetap berputar di tengah berbagai dinamika global. (*)
Editor : Sukri Sikki