Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekonomi Kaltim Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Global: Fokus Perkuat UMKM dan Syariah

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 11 November 2025 | 11:57 WIB

 

Gubernur Rudy Mas
Gubernur Rudy Mas
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Salah satu bentuk sinergi itu terlihat dari berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang digelar BI di Kaltim.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dukungan BIyang konsisten mendampingi pelaku UMKM di daerah. Dia menilai, langkah BI sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah ketidakpastian global.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia. Mudah-mudahan kolaborasi ini terus bisa dilaksanakan, khususnya di Kalimantan Timur. Melalui kegiatan seperti pembinaan UMKM yang dilakukan langsung oleh BI, kami optimistis ekonomi daerah akan semakin tumbuh,” ujar Rudy saat menghadiri kegiatan bersama BI di Samarinda.

Rudy menegaskan kerja sama lintas lembaga sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Selain penguatan UMKM, dia juga menyoroti pentingnya digitalisasi dan peningkatan literasi keuangan agar pelaku usaha di Kaltim mampu bersaing di pasar yang semakin modern.

“Kami berharap kolaborasi dengan BI tidak berhenti di sini. Masih banyak ruang untuk berinovasi, terutama dalam membantu UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, dan menguatkan ekonomi syariah yang potensinya besar di Kaltim,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali menjelaskan bahwa kegiatan seperti itu merupakan bagian dari agenda nasional BI yang digelar melalui 36 kantor perwakilan di seluruh Indonesia. Fokus utamanya adalah penguatan ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan UMKM, percepatan elektronifikasi transaksi, dan perluasan ekonomi syariah.

“Untuk Kaltim, pertumbuhan ekonomi masih tergolong baik dan sesuai dengan prediksi kami. Meski demikian, memang tak bisa dipungkiri bahwa struktur ekonomi Kaltim masih sangat dipengaruhi oleh sektor sumber daya alam, sehingga rentan terhadap dinamika global,” jelas Ricky.

Menurutnya, salah satu kunci agar ekonomi daerah lebih tahan terhadap guncangan eksternal adalah dengan memperluas basis ekonomi nonmigas melalui sektor-sektor produktif, seperti industri kreatif, perdagangan, dan pariwisata lokal.

“Kegiatan pengembangan UMKM, peningkatan elektronifikasi, dan penguatan ekonomi syariah diharapkan bisa menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi Kaltim. Kami ingin Kaltim tidak hanya kuat karena SDA-nya, tapi juga karena pelaku usahanya yang inovatif dan mandiri,” pungkasnya.

Kaltim sendiri masih menjadi salah satu provinsi penopang ekonomi nasional, terutama lewat kontribusi dari sektor pertambangan dan industri pengolahan. Namun, pemerintah daerah kini mulai mempercepat transformasi ekonomi menuju sektor yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kaltim, berbagai pihak menilai momentum tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor-sektor ekonomi baru.

Kolaborasi antara BI dan Pemprov Kaltim dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan transisi ekonomi daerah berjalan seimbang, tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bank indonesia (bi) #pemprov kaltim #Rudy Masud #Budi Widihartanto #umkm