KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pelabuhan Balikpapan kembali menunjukkan peran sentralnya dalam arus perdagangan Kalimantan Timur. Pada September 2025, aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut melonjak tajam dan mendorong peningkatan nilai impor hampir 49 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana menjelaskan, tiga pelabuhan utama masih mendominasi jalur impor di daerah. “Total nilai impor Kaltim melalui tiga pelabuhan bongkar terbesar pada September 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan sebesar USD 349,56 juta, Pelabuhan Tanjung Bara sebesar USD 29,41 juta, dan Pelabuhan Kariangau sebesar USD 21,26 juta,” ujarnya.
Secara keseluruhan, nilai impor dari lima pelabuhan utama meningkat 48,78 persen dari USD 294,65 juta pada Agustus menjadi USD 438,38 juta pada September 2025. Kenaikan menandakan kembali aktifnya distribusi bahan baku dan barang modal bagi industri Kaltim.
Dalam periode Januari-September 2025, dominasi Balikpapan kian nyata dengan kontribusi 75,37 persen terhadap total impor Kaltim. Pelabuhan Kariangau menyusul dengan 7,17 persen, sementara Sepinggan berkontribusi 6,50 persen.
“Pelabuhan Balikpapan tetap menjadi gerbang utama kegiatan impor di Kaltim, sejalan dengan dominasi peranannya terhadap total nilai impor provinsi,” tegas Yusniar. (*)
Editor : Sukri Sikki