KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas transportasi laut di Kalimantan Timur pada September 2025 menunjukkan sedikit perlambatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 37.875 orang, turun 1,66 persen dibandingkan Agustus 2025.
Penurunan terutama disebabkan berkurangnya aktivitas di Pelabuhan Semayang-Balikpapan yang turun 3,52 persen. Namun, dua pelabuhan lainnya justru mencatat peningkatan jumlah penumpang, yakni Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan naik 2,25 persen, dan Pelabuhan Samarinda naik 1,08 persen.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, penurunan jumlah penumpang laut pada September bersifat musiman dan masih dalam batas wajar. Aktivitas pelayaran antardaerah di Kaltim masih stabil, terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas penumpang di beberapa pelabuhan.
“Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada September 2025 tercatat sebanyak 37.875 orang atau turun sebesar 1,66 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujar Yusniar.
Meski secara bulanan mengalami penurunan, tren tahunan justru menunjukkan pertumbuhan kuat. Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri periode Januari-September 2025 tercatat 469.117 orang.
Kenaikan terjadi di seluruh pelabuhan utama di Kaltim. Pelabuhan Semayang-Balikpapan mencatat pertumbuhan tertinggi, naik 32,07 persen, diikuti Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan yang naik 30,76 persen, serta Pelabuhan Samarinda yang juga meningkat meski tipis, sebesar 0,33 persen.
“Jika dibandingkan dengan periode Januari_September 2024, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri periode Januari-September 2025 naik sebesar 23,53 persen,” kata Yusniar.
Secara proporsional, Pelabuhan Semayang-Balikpapan masih menjadi jalur laut paling sibuk di Kaltim dengan porsi 61,78 persen dari total penumpang, atau mencapai 23.400 orang pada September 2025. Pelabuhan Samarinda berkontribusi 24,29 persen dengan 9.198 penumpang, sedangkan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan mencatat 13,93 persen dengan 5.277 penumpang. (*)
Editor : Sukri Sikki