Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Emas Perhiasan Dominan: Inflasi Bulanan Kaltim Menggeliat

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 2 Desember 2025 | 11:45 WIB

 

Emas perhiasan memberikan andil inflasi bulanan pada November. Menyumbang hingga 0,05 persen.
Emas perhiasan memberikan andil inflasi bulanan pada November. Menyumbang hingga 0,05 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Jika ada peta kecil tentang apa saja yang menggerakkan harga di Kaltim, maka November 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar pemicunya berasal dari dapur, pasar, hingga etalase perhiasan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana membeberkan sederet komoditas yang memantik inflasi bulan lalu. Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m (bulanan) pada November 2025

Antara lain angkutan udara, emas perhiasan, tomat, kacang panjang, sigaret kretek mesin (SKM), ikan layang atau ikan benggol, kangkung, udang basah, buncis, sawi hijau, bayam, ketimun, ikan kembung atau ikan gembung atau ikan banyar atau ikan gembolo atau ikan aso-aso, cabai rawit, ikan bandeng atau ikan bolu, sigaret kretek tangan (SKT), shampo, parfum, baju muslim anak, dan tarif parkir.

Kelompok makanan-minuman dan tembakau tercatat menjadi penyumbang terbesar. “Kelompok ini pada November 2025 memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,20 persen,” kata Yusniar.

Tomat, kacang panjang, SKM, serta ikan layang/ikan benggol masing-masing menyumbang 0,03 persen. Disusul kangkung, udang basah, dan buncis yang masing-masing 0,02 persen.

Deretan lain juga ikut mengerek harga, meski kecil, seperti sawi hijau, bayam, ketimun, berbagai jenis ikan kembung dan sejenisnya, cabai rawit, ikan bandeng/bolu, SKT, wortel, kopi bubuk, cabai merah, jeruk nipis/limau, jagung manis, hingga terong yang seluruhnya memberikan andil 0,01 persen.

Namun, beberapa komoditas ikut menahan laju. Seperti daging ayam ras, beras, air kemasan, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, dan minyak goreng.

Kelompok pakaian dan alas kaki tak banyak bergerak, hanya dipicu satu komoditas yaitu baju muslim anak memberikan andil inflasi 0,01 persen. Sementara kelompok perumahan hingga pemeliharaan rutin rumah tangga tercatat tidak signifikan dalam pembentukan inflasi bulan tersebut.

Sektor pendidikan stabil tanpa perubahan harga. Adapun penyediaan makanan-minuman/restoran mencatatkan kenaikan tipis 0,01. Yang tak kalah menonjol adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Kelompok ini memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,06 persen,” ucapnya. Emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar dengan 0,05 persen, ditambah shampo dan parfum masing-masing 0,01 persen.

Dengan komposisi tersebut, wajah inflasi Kaltim pada November memperlihatkan dorongan kuat dari pangan segar, barang kebutuhan harian, serta komoditas berharga seperti emas. (*)

Editor : Sukri Sikki
#BPS KALTIM #Yusniar Juliana #inflasi