Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Sayur Kaltim Dongkrak NTP Hortikultura: Subsektor Lain Masih Tertekan

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 15 Desember 2025 | 12:10 WIB

 

Di antara seluruh subsektor, NTPH tercatat paling tinggi.        
Di antara seluruh subsektor, NTPH tercatat paling tinggi.    

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pergerakan Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Timur pada November 2025 menunjukkan tren yang beragam antar subsektor. Di tengah tekanan pada tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan peternakan, subsektor hortikultura justru mencatat kinerja paling positif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menyampaikan, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) November 2025 tercatat 111,19 atau naik 2,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaika didorong oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang meningkat 3,10 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,29 persen.

“Kenaikan It terjadi di seluruh kelompok hortikultura, dengan kenaikan tertinggi pada sayur-sayuran sebesar 5,83 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) justru turun 0,46 persen menjadi 103,00. Penurunan terjadi karena It turun 0,12 persen, sementara Ib naik 0,34 persen. Penurunan It terutama dialami kelompok padi 0,33 persen, meski kelompok palawija masih mencatat kenaikan 0,53 persen.

Tekanan juga dialami subsektor tanaman perkebunan rakyat. Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) November 2025 tercatat 211,45 atau turun 0,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan dipicu turunnya It 0,65 persen di tengah kenaikan Ib 0,27 persen. Meski demikian, NTPR masih menjadi yang tertinggi di antara subsektor pertanian lainnya.

Pada subsektor peternakan, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) November 2025 berada di angka 107,30 atau turun 0,60 persen. Penurunan terutama disebabkan turunnya It sebesar 0,23 persen, khususnya pada kelompok unggas yang turun 0,43 persen, sementara Ib naik 0,37 persen.

Adapun Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) mencatat kenaikan tipis 0,06 persen menjadi 102,91. Kenaikan itu didorong oleh meningkatnya It pada kelompok perikanan tangkap dan budidaya masing-masing 0,48 persen dan 0,12 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Ib 0,31 persen. (*)

Editor : Sukri Sikki
#NTPP #BPS KALTIM #Yusniar Juliana #nilai tukar petani