Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bekantan Melintas di Tol IKN Segmen 3A-2, BKSDA Kaltim Sebut Hal Wajar Suksesi Satwa

Dina Angelina • Kamis, 18 Desember 2025 | 20:55 WIB

 

Potret bekantan yang terlihat melintas di pekerjaan tol Balikpapan - IKN, Rabu (17/12).
Potret bekantan yang terlihat melintas di pekerjaan tol Balikpapan - IKN, Rabu (17/12).
 

BALIKPAPAN - Bekantan terlihat melintas di tengah lokasi proyek tol Balikpapan IKN Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 11 Balikpapan Utara. Tepatnya tol segmen 3A-2 pada Rabu 17 Desember 2025.

Sebelum akhirnya berlari masuk ke permukiman warga di Kelurahan Karang Joang. Area ini terbilang masih berdekatan dengan Teluk Balikpapan dan Sungai Wain, habitat hewan endemik Kalimantan.

Analis Konservasi Kawasan BKSDA Kaltim Seksi Konservasi Wilayah III Amir Maruf mengatakan, kemunculan bekantan ini bisa dari beberapa faktor. Kemungkinan besar karena tersingkir atau kalah bersaing dengan jantan lainnya.

Berdasarkan foto maupun video yang ada, terlihat bekantan yang melintas merupakan jenis jantan dewasa. Seksualitas atau jenis kelamin bisa dilihat dari penampakan hidung.

"Jantan dewasa terlihat dari hidungnya yang besar," sebutnya. Cara lainnya juga dari jenis suara. Jantan dewasa sebagai pelindung dan pengayom kelompok memiliki suara khas.

Misalnya bagaimana bekantan jantan memperingatkan kelompok atau saat menghadapi bahaya. Bekantan secara alami adalah satwa yang berkelompok, bukan seperti orangutan yang soliter.

Namun dalam kelompok akan ada sistem suksesi. "Ketika bekantan jantan kalah, dia akan keluar dari kelompok dan mencari kelompok baru lagi," jelasnya.

Faktor lainnya bekantan keluar dari kelompok bisa juga karena usia yang sudah terlalu tua. Akhirnya membuat bekantan jantan ini tersisihkan. "Itu hal yang lumrah dan wajar," tuturnya.

Amir menjelaskan, sebelum pembangunan tol dan permukiman yang meluas. Dahulu daerah tersebut masih berwujud tajuk-tajuk yang menyambung. Selama ini bekantan memang melintasi area tersebut.

Sementara sekarang dengan pembangunan infrastruktur dan menjadi resiko melalui wilayah perlintasan bekantan. Upaya yang dilakukan seperti membuat koridor satwa agar tetap bisa berlalu lintas antar habitat.

Proses suksesi akan diambil alih oleh jantan yang sudah punya kemampuan memimpin kelompok. "Bisa jadi yang melakukan suksesi adalah jantan dari dalam kelompoknya sendiri," bebernya.

Namun bisa juga jantan yang dari luar kelompok untuk mengambil alih kekuasaan. Setelah mengambil alih kekuasaan, maka bekantan jantan yang kalah akan keluar dari kelompok tersebut.

"Dia akan mencari kelompok lain untuk diintervensi melawan jantan tadi. Intinya bahwa yang kalah keluar dari kelompok," tutupnya. Itu sesuai mekanisme suksesi kepemimpinan di kelompok monyet atau bekantan.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Tol Balikpapan IKN #Hewan Endemik #bekantan #BKSDA Kaltim