Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sepanjang Januari 2026, BMKG Deteksi 21 Gempa Tektonik di Kalimantan

Ari Arief • Senin, 2 Februari 2026 | 16:12 WIB

SEBARAN: Peta sebaran gempa bumi tektonik di Kaltim selama Januari 2026.
SEBARAN: Peta sebaran gempa bumi tektonik di Kaltim selama Januari 2026.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Balikpapan merilis data aktivitas seismik di Pulau Kalimantan untuk periode Januari 2026.

Tercatat sebanyak 21 kali gempa bumi tektonik mengguncang wilayah ini, yang mayoritas dipicu oleh pergerakan sesar lokal.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, kepada wartawan, menjelaskan bahwa pola kegempaan di awal tahun ini cenderung tidak stabil. Berdasarkan pengamatan statistik, eskalasi aktivitas tertinggi terlihat pada minggu ketiga dan keempat, khususnya di area Kalimantan Barat.

Gempa terdeteksi merata di beberapa provinsi, mulai dari Kalimantan Selatan (Kalsel), Timur (Kaltim), Utara (Kaltara), hingga Barat (Kalbar). Awal Januari (Kalsel dan Kaltim) terjadi getaran pertama muncul pada 3 Januari di Balangan (Magnitudo 2,6) dan Kotabaru (Magnitudo 3,1). Sehari setelahnya, giliran Berau, Kaltim, yang diguncang gempa Magnitudo 2,7.

Baca Juga: Gempa M 3,9 Guncang Sintang Kalbar Hari Ini, BMKG Sebut Dampak Aktivitas Sesar Adang

Pekan kedua (Kalsel dan Kalbar), aktivitas berlanjut di Hulu Sungai Tengah (9 Januari) dan Tabalong (10 Januari). Pada 11 Januari, wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan pergerakan, tepatnya di kawasan Pontianak-Mempawah serta Kayong Utara.

Puncak Seismik (Sekadau, Kalbar), momentum paling signifikan terjadi pada 23 Januari di Sekadau. Gempa utama berkekuatan Magnitudo 4,8 dirasakan cukup kuat (III-IV MMI) dan diikuti oleh tujuh kali gempa susulan. Tren ini berlanjut hingga 31 Januari dengan rentetan gempa susulan di lokasi yang sama.

Dari data yang terkumpul, BMKG mengklasifikasikan mayoritas peristiwa tersebut sebagai gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 kilometer. Meski secara umum Kalimantan dikenal memiliki risiko tektonik yang lebih rendah dibanding pulau lain, munculnya sesar-sesar lokal yang aktif menuntut kewaspadaan ekstra.

Baca Juga: Awal 2026, Patahan Meratus Kembali Bergejolak, Tiga Gempa Terdeteksi di Kalimantan Selatan

"Rentetan gempa ini menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi bencana. Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada terhadap potensi aktivitas sesar lokal," pesan BMKG dalam laporannya.

Pihak BMKG meminta warga agar tidak mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya (hoaks). Informasi valid terkait perkembangan aktivitas seismik hanya dapat diakses melalui kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG atau saluran komunikasi pemerintah lainnya.(*)

 

Editor : Hernawati
#tektonik #gempa #BMKG Balikpapan #kalimantan barat