Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kisah Lebaran Mahasiswi Kaltim di Turki, Berburu Tempat Salat hingga Rindu Ketupat

Ari Arief • Senin, 23 Maret 2026 | 12:24 WIB

KESULITAN: Mahasiswi asal Indonesia, termasuk dari Kaltim, yang kuliah di Bandirma, Turki. Mereka kesulitan cari masjid untuk Salat Id.
KESULITAN: Mahasiswi asal Indonesia, termasuk dari Kaltim, yang kuliah di Bandirma, Turki. Mereka kesulitan cari masjid untuk Salat Id.

KALTIMPOST.ID,BANDIRMA, TURKI-Merayakan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di negeri orang selalu menghadirkan cerita unik. Tidak terkecuali bagi para mahasiswi Indonesia yang tengah menempuh studi di Bandırma, Turki. Tahun ini, pengalaman berburu tempat salat Id menjadi catatan tersendiri karena perbedaan tradisi keagamaan yang cukup kental.

Henny Wijayanti, mahasiswi asal Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim, Indonesia, yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Bandirma Onyedi Eylul, Turki, mengisahkan pengalamannya kepada Kaltim Post, Senin (23/3/2026) Dia tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Sosial Sains, Jurusan Leadership and Global Enterpreneur.

Selama berada di negara sekuler demokratis konstitusional, yang didirikan pada 1923 itu, Henny Wijayanti mengaku sangat terkesan terhadap upaya pemerintah Turki di dalam menjaga kesehatan setiap warga negaranya. Tidak terkecuali warga pendatang, seperti dirinya.

Ia memulai ceritanya dengan menyebutkan, bahwa di Turki, mayoritas masyarakat memeluk Mazhab Hanafi. Dalam tradisi setempat, kaum perempuan lebih dianjurkan untuk melaksanakan Salat Id di rumah. Hal ini berimbas pada kebijakan banyak masjid di Bandırma yang jarang memberikan izin atau menyediakan fasilitas khusus bagi jamaah perempuan (akhwat) untuk melaksanakan Salat Id berjamaah.

​"Untuk pencarian tempat lumayan sulit tahun ini," kata Henny Wijayanti yang menempuh studi di kota pelabuhan tersebut. "Karena madzhab di sini lebih menganjurkan perempuan salat di rumah, jadi masjid-masjid jarang yang memberikan izin untuk kita pakai tempatnya," ujarnya.

Kehangatan di Balik Pintu Dernek

​Namun, Henny melanjutkan, kesulitan tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswi. Berkat upaya koordinasi yang gigih, sebuah Dernek (organisasi/yayasan lokal) akhirnya bersedia memfasilitasi ruang bagi para pelajar Indonesia.

​Menariknya, suasana Salat Id kali ini terasa sangat "Indonesia". Karena seluruh jamaah dan imam merupakan warga negara Indonesia, hanya didampingi oleh seorang Abla (kakak perempuan dalam bahasa Turki) pemegang kunci gedung, dan pelaksanaan salat pun disesuaikan dengan tradisi Tanah Air.

​"Karena jamaahnya full orang Indonesia dan tidak ada yabancı (orang asing/lokal) lain, kami melaksanakan salat dengan tata cara Mazhab Syafi'i," tambahnya.

Tradisi yang Terjaga

Selepas rangkaian Salat Id, suasana khidmat berlanjut dengan penyampaian kultum (kuliah tujuh menit) singkat untuk mempererat tali silaturahmi. Bagi para mahasiswi di Bandırma, momentum ini bukan sekadar ibadah, melainkan pengobat rindu akan kampung halaman.

​Meskipun jauh dari keluarga dan harus beradaptasi dengan budaya setempat yang berbeda, semangat persaudaraan sesama pelajar Indonesia di Turki tetap menjadikan hari raya tahun ini penuh makna dan rasa syukur.

Dia menjelaskan, rangkaian ibadah hari raya tersebut ditutup dengan doa bersama yang khidmat. Di tengah sujud dan tadah tangan, terselip harapan agar meskipun jauh dari pelukan orang tua, semangat menuntut ilmu di negeri orang tetap terjaga.

​"Meski jauh dari ketupat dan opor di rumah, kebersamaan di dernek kecil ini sudah cukup mengobati rindu. Semoga tahun depan kami bisa kembali merayakan kemenangan dengan hati yang lebih bersih, baik di sini maupun di Tanah Air nanti," kata Henny Wijayanti.

​Ditegaskannya pula, bahwa hari raya di Bandırma, Turki, tahun ini menjadi bukti bahwa keterbatasan tempat bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk mempererat solidaritas sesama anak bangsa di perantauan.(*)

 

 

 

 

 

Editor : Hernawati
#salat id #indonesia #mahasiswi #turki #ketupat #sulit #Mazhab