TANAH GROGOT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim menyepakati pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII tetap berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser. Keputusan ini diambil guna menjaga performa atlet dan menghindari benturan jadwal dengan agenda olahraga masif pada tahun 2027.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal menjelaskan bahwa penundaan ke tahun 2027 akan sangat berisiko bagi manajemen anggaran dan konsentrasi atlet. Pasalnya, tahun 2027 diprediksi menjadi tahun tersibuk bagi insan olahraga di Bumi Etam.
"Pada 2027 kita banyak agenda, seperti Babak Kualifikasi (BK) PON, Popda di Bontang, Popnas, dan kita juga menjadi tuan rumah Sukan Borneo yang berskala internasional," ujar Faisal dalam rapat koordinasi Porprov di Tanah Grogot, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Tunjuk CEO Interim Baru, Manajemen Gratiskan Tiket Laga Kontra Persiba vs Persipura di Batakan
Untuk meringankan beban tuan rumah dan menekan biaya operasional bagi kontingen daerah, Dispora Kaltim mengusulkan skema distribusi cabang olahraga (cabor). Tidak semua pertandingan akan dipaksakan berlangsung di Paser.
Tuan rumah uitama tetap Kabupaten Paser. Namun daerah penyangga seperti Balikpapan, Samarinda, dan daerah lain yang memiliki fasilitas memadai bisa melaksanakan beberapa lomba cabang olahraga.
Tujuannya adalah memastikan standar fasilitas pertandingan terpenuhi tanpa harus membangun infrastruktur baru dari nol secara terburu-buru.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menegaskan bahwa kepastian jadwal di tahun 2026 sangat krusial bagi siklus pembinaan atlet. Penundaan dianggap akan berdampak negatif pada grafik performa atlet yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.
"Ada banyak pertimbangan jika ditunda ke 2027, terutama dampak ke performa atlet. Sementara di tahun tersebut, atlet kita sudah harus fokus pada agenda besar lainnya," tegas Rusdiansyah. (*)
Editor : Sukri Sikki