Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lapak Ternak dari Luar Daerah Jadi Perhatian DPKH  

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:03 WIB
PENGAWASAN: Lapak ternak yang bermunculan jelang Iduladha jadi perhatian pemerintah daerah.

 
PENGAWASAN: Lapak ternak yang bermunculan jelang Iduladha jadi perhatian pemerintah daerah.  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Menjelang Iduladha, pengawasan terhadap lapak penjualan hewan kurban di Kalimantan Timur mulai diperketat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ternak yang dijual ke masyarakat berada dalam kondisi sehat sekaligus memudahkan proses pemantauan oleh pemerintah daerah.

Fungsional Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Maulana Firmansyah mengatakan, salah satu perhatian utama berada pada pedagang ternak dari luar daerah yang membuka lapak sementara di pinggir jalan.

Baca Juga: Harga Hasil Pertanian Menguat, NTP Kaltim Ikut Terkerek

Menurutnya, pola penjualan seperti ini kerap menyulitkan pengawasan karena banyak lapak muncul tanpa sepengetahuan dinas teknis di kabupaten dan kota. “Banyak juga misalnya dari Sulawesi itu langsung jualan di sini, buka lapak-lapak pinggir jalan,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah setelah pada tahun-tahun sebelumnya banyak pedagang datang dan langsung membuka tempat penjualan tanpa koordinasi dengan dinas terkait. “Tiba-tiba ada orang jualan di jalan di situ, dinas teknis di kabupaten kota itu enggak tahu,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, DPKH mulai menerapkan kebijakan baru berupa kewajiban rekomendasi dari dinas kabupaten/kota bagi pedagang yang ingin membuka lapak penjualan ternak. “Yang bermohon itu orang sini supaya kita bisa memantau,” jelasnya.

Baca Juga: Kepala OPD Absen Rapat LKPj, Wali Kota Balikpapan: Ke Depan Harus Hadir Semua!

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui titik lokasi penjualan ternak sekaligus mempermudah pengawasan kesehatan hewan di lapangan.

Selain pemeriksaan kesehatan, aspek kesejahteraan hewan juga mulai menjadi perhatian. Pedagang diminta menyediakan tempat penjualan yang layak, minimal memiliki naungan agar ternak tidak terpapar panas maupun hujan secara langsung.

Menurut Maulana, konsep kesejahteraan hewan penting diterapkan karena ternak tetap merupakan makhluk hidup yang harus diperlakukan dengan baik selama proses penjualan.

Meski pengawasan mulai diperketat, pemerintah daerah saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif kepada pedagang. Sebab, sebagian daerah masih belum memiliki aturan khusus atau payung hukum untuk melakukan penindakan langsung terhadap lapak yang tidak memenuhi ketentuan.

Oleh sebab itu, sosialisasi dan koordinasi terus dilakukan agar penjualan hewan kurban menjelang Iduladha dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan mudah dipantau. (*)

Editor : Sukri Sikki
#pemerintah daerah #DPKH Kaltim #Lapak #hewan kurban