KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lok Tuan mendapat pendampingan untuk mengembangkan usaha olahan unggas bernilai tambah. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus melahirkan pelaku usaha perempuan yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Potensi peternakan unggas di Desa Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini, sebagian besar hasil ternak dipasarkan dalam bentuk ayam segar sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat relatif terbatas.
Baca Juga: Pagu Indikatif Dinkes Kaltim Tahun 2027 Naik Jadi Rp 2,38 Triliun, Pengembangan RS Jadi Faktor Utama
Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mulawarman (Unmul) menginisiasi program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengolahan produk unggas bernilai tambah berbasis PKK Desa Lok Tuan. Tim tersebut terdiri atas Dede Aprylasari, Dinar Anindyasari, dan Dikianur Alvianto.
Program yang didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) itu bertujuan meningkatkan kemampuan anggota PKK dalam mengolah produk unggas menjadi makanan olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Tidak hanya memberikan pelatihan pengolahan produk, tim pengabdian juga membekali peserta dengan materi higiene dan sanitasi pangan, penyusunan standar operasional produksi (SOP), teknik pengemasan, pembukuan sederhana, hingga strategi pemasaran digital.
Melalui pelatihan tersebut, anggota PKK diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih profesional. Produk yang dihasilkan pun diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik, aman dikonsumsi, serta mampu bersaing di pasar.
Baca Juga: Disdikbud Kaltim Pastikan Seragam Gratis Lanjut, 2027 Fokus Tambah Ruang Kelas
Selain aspek produksi, program ini juga menitikberatkan pada penguatan jiwa kewirausahaan perempuan. Anggota PKK didorong untuk terlibat langsung dalam perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pengambilan keputusan dalam kelompok usaha.
Tim pengabdian juga memberikan pendampingan terkait penerapan standar keamanan pangan. Mulai dari kebersihan proses produksi, penggunaan peralatan yang sesuai, hingga monitoring mutu produk agar mampu memenuhi standar kualitas dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Kemampuan pemasaran juga menjadi perhatian dalam program ini. Peserta memperoleh pelatihan mengenai branding, desain kemasan, penentuan harga jual, serta promosi melalui media digital agar jangkauan pasar semakin luas dan omzet usaha dapat meningkat.
Menurut tim pengabdian, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Mulawarman dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok PKK diharapkan mampu melahirkan model pemberdayaan ekonomi perempuan yang dapat diterapkan di wilayah lain. Dengan memanfaatkan potensi unggas lokal, masyarakat tidak hanya memperoleh nilai tambah dari hasil ternak, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.(*)
Editor : Thomas Priyandoko