Diskes Kaltim Imbau Orangtua Waspada Gejala ISPA pada Anak

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:49 WIB
Anak yang menderita ISPA tengah manjalani perawatan di rumah sakit. (IST)
Anak yang menderita ISPA tengah manjalani perawatan di rumah sakit. (IST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim mengimbau orangtua untuk lebih waspada terhadap gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak.

Ketua Tim Surveilans Imunisasi dan Respons KLB Diskes Kaltim, Erwin Nursyahram Dani, mengatakan orang tua perlu memperhatikan tanda gejala pada anak apabila terpapar asap.

"Apabila terpapar asap ataupun sudah mengalami tanda gejala infeksi saluran napas atas, segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas, klinik, atau praktik dokter. Semakin cepat ditangani semakin mudah sembuh," kata Erwin pada Minggu (25/10).

Baca Juga: Diskes Kaltim Siagakan 3.000 Nakes Hadapi Lonjakan ISPA

Dia menjelaskan, tanda gejala ISPA umumnya berupa mudah dikenali dan minta orangtua bisa memperhatikannya. "Tanda gejalanya demam, panas, batuk. Jika ada batuk berarti ada benda asing, tubuh merespon. Juga gangguan pernapasan, batuk pilek. Itu tanda gejala ISPA," ujarnya.

Baca Juga: Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini  

Terkait tingkat keparahan, Erwin menyebut pola napas menjadi indikator penting. Pola napas normal orang dewasa 20-25 kali per menit, jika sudah di atas 40 kali per menit berarti ada kelainan dan harus segera melapor ke petugas kesehatan.

Mengenai kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) yang diterapkan di beberapa wilayah, Erwin menilai kebijakan tersebut sudah tepat namun belum komplit.

"Sudah tepat namun belum komplit. Harus diatasi dari hulunya. Pencemaran udara dari karhutla adalah faktor risiko yang harus dikendalikan,” tegasnya.

Baca Juga: Perluas Akses Kesehatan di Pedalaman, Dokling Kutim Kembali Sasar Sejumlah Kecamatan

Dia menegaskan bahwa masalah Ini bukan tanggung jawab Diskes sendiri, perlu koordinasi lintas sektor dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kehutanan, dan Pertanian.

“Kalau asapnya tetap tinggi, Dinkes akan kewalahan menangani lonjakan kasus," jelasnya.

Untuk akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang jauh dari perkotaan, Erwin memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di Kaltim hampir merata.

"Kesiapsiagaan masyarakat sudah merespon, ada himbauan ke fasilitas kesehatan untuk siap siaga. Ambulans pun siap, contoh di Samarinda 118 sudah ada. Masyarakat harus lebih cepat waspada, sekarang ada WA grup dan media sosial untuk melapor cepat," katanya.

Erwin juga menyambut baik inisiatif relawan yang membangun rumah oksigen di sejumlah wilayah. "Kami senang dan terbantu. Kesehatan bukan hanya milik orang kesehatan. Banyak posko yang sudah dibuat, kerja sama lintas sektor sudah berjalan," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk rutin mencari informasi kondisi cuaca dan kualitas udara dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Tetap menggunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kondisi fisik, mengonsumsi multivitamin, memperbanyak minum air putih, serta membersihkan diri setelah beraktivitas di luar rumah karena debu dan asap dapat terbawa ke dalam rumah,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
kabut asap kaltim kualitas udara dinas kesehatan karhutla