Secara medis, tanaman herbal Kalimantan ini memiliki potensi besar sebagai obat multifungsi yang telah diteliti oleh berbagai ahli bahwa berguna dalam farmakologi.
Merujuk buku yang diterbitkan Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam, bawang dayak dikenal juga dengan nama bawang hutan atau bawang kambe.
Sedangkan di Kalimantan Timur (Kaltim), bawang dayak dikenal dengan sebutan bawang tiwai atau bromot.
Kemudian di daerah Dayak Meratus, Banjar, akrab dinamai sebagai bawang seribu tawar. Lalu di Kalimantan Tengah disebut sebagai bawang lau.
Ciri khas bawang dayak adalah umbinya berwarna merah menyala dan permukaan licin. Bagian inilah yang kerap dikonsumsi sebagai pengobatan.
Kandungan Bawang Dayak
Mengutip dari Hallosehat.com Bawang Dayak memiliki kandungan berbagai senyawa baik khas tanaman atau sering disebut fitonutrien.
Senyawa ini dikenal memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai senyawa tersebut adalah Naphthalene dan Naphthoquinone.
Selain itu, terdapat pula senyawa Eleutherinoside a, Eleutherol, Isoeleutherol, Anthraquinone, Flavonoid, Fenolik, dan Eleutherin.
Manfaat Bawang Dayak
Diringkas dari berbagai sumber kesehatan, bawang dayak memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh mulai yang ringan hingga kronis.
Baca Juga: 8 Mitos Vaksin yang Terpatahkan tapi Masih Ditakuti dan Dipercaya Masyarakat
- Menurunkan Kadar Kolesterol
Dari hasil studi, kadar kolesterol jahat (LDL) dan lemak dalam darah (trigliserida) menurun karena bawang dayak.
Senyawa eleutherinol yang terdapat pada bawang dayak mampu mengikat reseptor estrogen alfa (ERα).
Estrogen dapat mengontrol kadar kolesterol jahat dan lemak dalam darah. Bila hormon ini berkurang, maka kadar LDL dan trigliserida bisa naik.
- Mencegah Kanker dan Tumor
Bawang dayak mengandung antioksidan flavonoid. Beberapa penelitian menyatakan bahwa flavonoid dapat membantu mengurangi perkembangan kanker dan tumor.
Para ahli menilai, kandungan antioksidan dalam bawang dayak juga mampu mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.
- Menurunkan Risiko Diabetes
Bawang dayak mengandung senyawa eleutherinoside A yang membantu menghambat pelepasan glukosa yang memicu meningkatnya gula darah.
Bawang ini juga dapat meningkatkan penyerapan gula dari dalam darah ke otot dan liver. Sehingga membantu mengendalikan kadar gula darah.
- Membantu Pengobatan Malaria
Senyawa aktif naphthaquinone, eleutherin, dan isoeleutherin dapat merusak parasit pemicu malaria yang menular dari gigitan nyamuk Anopheles, yaitu Plasmodium.
- Membantu Sistem Peredaran Darah
Bawang Dayak pada sistem peredaran darah dapat menormalkan sistem kerja jantung yang lemah, mengatasi gejala nyeri dada dan jantung berdebar, serta melancarkan sirkulasi darah karena asam urat.
- Mengatasi infeksi
Kandungan yang kaya akan antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, dan tannin, membuat bawang dayak mampu melawan jenis bakteri penyebab infeksi kulit, sepsis, pneumonia, hingga infeksi darah.
- Gangguan Sistem Pernapasan
Bawang dayak cukup efektif mengatasi gangguan pada sistem pernapasan. Di antaranya, mengurangi lendir dalam paru-paru.
Selain itu, mengatasi radang paru-paru karena TBC, mengatasi bronkitis (asma akut), dan membantu mengatasi sinusitis akut, polip atau bersin-bersin.
- Menjaga Organ Kewanitaan
Bawang dayak juga memiliki manfaat untuk organ kewanitaan dan reproduksi. Yaitu, melancarkan haid dan gangguan nifas.
Mengatasi nyeri haid, membersihkan rahim, mencegah dan mengurangi lendir keputihan, menjaga dan merawat organ intim.
Selain itu, merapatkan vagina dan mengeringkan radang payudara. Juga, mengatasi kanker rahim (kista/myioma) serta memberikan perawatan kesehatan pasca melahirkan.
- Mengatasi Vitalitas Pria
Bawang tiwai juga mampu mengatasi gangguan vitalitas pada pria. Seperti, disfungsi ereksi dan ejakulasi dini.
Selain itu, memperkuat daya tahan sperma dan mengatasi kelainan fungsi seksual akibat diabetes dan jantung.
Bawang bayak juga dapat mengatasi kanker prostat, mengurangi pembengkakan, dan meningkatkan libido.
Cara Mengonsumsi Bawang Dayak
Cara mengonsumsi bawang dayak yang paling umum adalah dengan mengeringkan terlebih dahulu, kemudian diseduh sebagai minuman hangat.
Atau, setelah kering Anda dapat menghaluskannya sampai menjadi bubuk kemudian campurkan ke dalam makanan.
Bawang dayak juga bisa digunakan tanpa perlu dikeringkan terlebih dulu. Di antaranya dengan mengolahnya menjadi acar, manisan, atau sebagai bumbu masak.
Demikianlah ulasan mengenai bawang dayak, herbal Kalimantan yang kaya manfaat dalam mengatasi beragam penyakit. Semoga bermanfaat. (*)
Editor : Almasrifah