KALTIMPOST.ID, Belimbing bikut yang memiliki nama ilmiah Cnestis platantha Griff. merupakan salah satu tumbuhan yang kaya manfaat.
Karena manfaatnya, orang-orang pada masa lalu yang sebagian besar mengandalkan tumbuhan dari alam, mereka ambil dan pergunakan sebagai obat.
Mereka memercayai tumbuhan yang hidup di alam memiliki khasiat. Bagian-bagian dari tumbuhan seperti akar, daun, batang hingga buahnya dipercaya mampu mengobati suatu penyakit maupun berguna dalam hal kesehatan.
Peranan tumbuhan dalam kehidupan manusia memiliki sejarah sangat panjang, bahkan ribuan tahun lalu beberapa bangsa di dunia sangat terkenal dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat. Sebut saja di antaranya Yunani, China, India, termasuk nenek woyang bangsa Indonesia.
Dilansir dari buku Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan, tumbuhan belimbing bikut banyak tumbuh di daerah Kutai Kartanegara (Kukar). Tumbuhan ini termasuk dalam famili Connaraceae yang hidup di hutan primer dan sekunder.
Tumbuhan liana ini panjangnya mencapai 20 meter. Berdasarkan pengamatan, tumbuhan ini memiliki ciri lain yang terlihat. Yakni mempunyai daun yang majemuk, daunnya berwarna hijau, dan berbentuk lonjong dengan ujung daun yang meruncing dan membulat.
Selain itu, tumbuhan ini memiliki buah. Buahnya berwarna jingga kemerahan dan berbentuk oval. Biji dan buahnya bisa dikonsumsi. Belimbing bikut memiliki rasa asam sama seperti belimbing wuluh atau mangga muda.
Lalu akar dari tumbuhan ini yang menjadi sumber manfaat kesehatan. Etnis Kutai memanfaatkan akar dari belimbing bikut sebagai jamu pasca-melahirkan.
Kearifan lokal cara meramu yang sering diterapkan adalah dengan ramuan direbus hingga air rebusannya menjadi setengah gelas.
Demikian ulasan terkait belimbing bikut, warisan obat alami etnis Kutai yang memiliki manfaat yang bisa Anda coba. Semoga bermanfaat.
Editor : Hernawati