Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Herbal Kalimantan: Kumpai Mahung atau Kirinyuh di IKN, Sering Dianggap Gulma yang Berkhasiat Mempercepat Penyembuhan Luka

Dwi Puspitarini • Kamis, 22 Agustus 2024 | 19:04 WIB
Kumpai mahung yang sering dianggap sebagai gulma memiliki potensi dalam bidang pengobatan tradisional yang berkhasiat.
Kumpai mahung yang sering dianggap sebagai gulma memiliki potensi dalam bidang pengobatan tradisional yang berkhasiat.

 

KALTIMPOST.ID, Eupatorium inulaefolium, yang lebih dikenal dengan nama lokal kumpai mahung atau kumpai japang, adalah tumbuhan yang sering dianggap sebagai gulma di banyak tempat.

Namun, di tangan masyarakat adat Dayak Meratus dan Dayak Amandit di Kalimantan Selatan, tumbuhan ini memiliki nilai lebih sebagai tanaman obat yang berkhasiat.

Tumbuhan ini termasuk dalam famili Asteraceae, yang banyak ditemukan di berbagai daerah tropis, terutama di daerah IKN.

Di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, tumbuhan ini dikenal dengan beberapa nama lain, termasuk kirinyuh dalam bahasa Indonesia.

Meskipun sering dianggap sebagai gulma, kumpai mahung memiliki potensi yang belum banyak diketahui orang, terutama dalam bidang pengobatan tradisional.

Manfaat Pengobatan dalam Tradisi Dayak

Bagi masyarakat Dayak Meratus dan Dayak Amandit, kumpai mahung telah lama digunakan sebagai obat tradisional.

Salah satu kegunaan utamanya adalah sebagai pengobatan alami untuk mempercepat penyembuhan luka.

Cara pengobatan ini dilakukan dengan meremas beberapa lembar daun segar kumpai mahung dan mencampurnya dengan sedikit minyak tanah, kemudian baluran campuran ini dioleskan pada bagian tubuh yang terluka.

Selain itu, kumpai mahung juga digunakan dalam ramuan untuk mengatasi sakit perut. Daun kumpai mahung dicampur dengan pucuk daun cabe rawit dan akar sampai, kemudian ditumbuk hingga halus dan ditambahkan sedikit kapur. Ramuan ini kemudian dioleskan pada bagian perut yang sakit.

Baca Juga: Herbal Kalimantan: Akar Sampai, Tanaman Pahit di IKN yang Populer Obati Diabetes

Sebagai salah satu contoh kearifan lokal, kumpai mahung memperlihatkan bagaimana masyarakat adat telah lama memanfaatkan tumbuhan di sekitar mereka untuk menjaga kesehatan.

Tradisi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan mereka dalam mengenali potensi tanaman liar, tetapi juga memperlihatkan pentingnya melestarikan pengetahuan ini untuk generasi mendatang. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Kirinyuh #Eupatorium inulaefolium #IKN #Gulma yang Berkhasiat Mempercepat Penyembuhan Luka #kumpai mahung #kumpai japang #herbal kalimantan