Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Herbal Kalimantan: Kayu Manis mampu Atasi Masalah Bau Mulut dan Penyakit Jantung

Uways Alqadrie • Selasa, 27 Agustus 2024 | 18:44 WIB

HERBAL: Ramuan kayu manis bagi orang Kalimantan selama ini menjadi obat penurun demam. (FOTO: IST)
HERBAL: Ramuan kayu manis bagi orang Kalimantan selama ini menjadi obat penurun demam. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Dalam ulasan Kaltimpost.id edisi 19 Agustus lalu berjudul Herbal Kalimantan: Kayu Manis mampu Atasi Masalah Bau Mulut dan Penyakit Jantung, banyak mengupas tentang manfaat kayu manis untuk pengobatan jantung diabetes, serta infeksi radang dan mulut.

 

Ternyata masih banyak manfaat lain yang secara turun temurun dimanfaatkan etnis Kalimantan dalam kehidupan sehari-hari. Kayu manis secara tradisional juga dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu. 

 

Ramuan ini bisa bermanfaat untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, dan perut kembung. Lalu antibiotik, parasetamol, statin, juga

pengencer darah. Namun, penggunaan kayu manis untuk ibu hamil atau menyusui juga sebaiknya dihindari sampai penelitian lebih lanjut tersedia.

 

Efek samping kayu manis

Meskipun banyak manfaat, tapi hati-hati dengan efek samping kayu manis berlebihan. 

 

Pasalnya, tetap saja suplemen herbal ini dapat menimbulkan efek samping tertentu. Inilah efek samping yang mungkin terjadi.

 

Iritasi pada mulut dan gusi, seperti stomatitis, dermatitis (bila terkena kulit), sesak napas, alergi, serta bronkitis. Ada pula efek samping yang berkaitan antara kayu manis dan liver. Rempah ini kaya akan coumarin yang meningkatkan risiko kerusakan liver.

 

Manfaat lain untuk kesehatan;

 

Peradangan

Radang adalah respons tubuh yang penting untuk melawan infeksi dan memperbaiki kerusakan jaringan tubuh. 

 

Meski demikian, radang yang berlangsung lama bisa menimbulkan penyakit berbahaya bagi tubuh.

 

Nah, kayu manis mengandung polifenol. Senyawa ini bersifat antioksidan yang bisa menangkal paparan radikal bebas penyebab kerusakan tubuh. Antioksidan ini ternyata juga berpotensi bekerja sebagai antiradang.

Kanker

Kayu manis mengandung senyawa yang bersifat antikanker. Tinjauan terbitan European Journal of Medicinal Chemistry (2019) mengatakan bahwa rempah ini berpotensi memicu kematian sel kanker.

 

Selain itu, rempah ini juga mungkin bisa menekan dan mengurangi jumlah sel yang berkembang. Kemampuan antikanker ini berasal dari senyawa eugenol dan cinnamalehyde.

 

Meski demikian, berbagai riset yang dicantumkan dalam tinjauan ini sebagian besar masih menguji coba pada hewan dan sel yang ada di laboratorium, bukan manusia. 

 

Penyakit neurodegeneratif

Penyakit neurodegeneratif adalah penyakit yang muncul akibat saraf berhenti bekerja atau bahkan mati. Hal ini biasa dijumpai pada penyakit Alzheimer dan Parkinson.

 

Nah, studi terbitan Journal Of Alzheimer’s Disease (2013) mengamati bahwa kandungan cinnamaldehyde dan epikatekin pada rempah ini bisa menghambat penumpukan protein di otak yang menandakan adanya Alzheimer.

 

Selain itu, cinnamon membantu melindungi saraf dan membuat kadar senyawa di otak. Efeknya, fungsi gerak tubuh bisa lebih maksimal.

 

Meski begitu, studi ini masih diteliti pada tikus maupun laboratorium. Manfaat ini perlu dipelajari langsung pada manusia.

 

HIV

Manfaat cinnamon yang berasal dari jenis Cassia dipercaya bisa melawan virus HIV. Potensi ini berasal dari senyawa polifenol. 

 

Lagi-lagi, khasiat ini baru diuji di laboratorium, belum pada manusia secara langsung. Terlebih, studi kayu manis untuk HIV juga masih terbatas. 

Editor : Uways Alqadrie
#kayu manis #herbal kalimantan