KALTIMPOST.ID, Alang-alang atau ilalang yang memiliki nama ilmiah Imperata cylindrica merupakan tumbuhan yang dikenal sebagai gulma, tumbuh merumput dengan tunas yang merayap dalam tanah.
Telah lama digunakan sebagai tanaman obat, tumbuhan ini juga dikenal di berbagai wilayah Indonesia, yang memiliki nama-nama lokal. Di antaranya, halalang, lalang, kusu-kusu, reya, wusu, alalang.
Alang-alang termasuk dalam keluarga Poaceae ini daunnya panjang, tumbuh bisa mencapai 2-3 meter, ramping, dan tajam dengan tepi yang kasar. Banyak dijumpai pada kisaran habitat yang luas mencakup perbukitan pasir kering, lepas pantai dan gurun, juga rawa dan tepi sungai, lembah.
Tumbuhan alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu karena kemampuannya tumbuh dengan cepat dan mendominasi lahan.
Meski memiliki reputasi sebagai tanaman penganggu, alang-alang menyimpan banyak kegunaan. Potensi alang-alang ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat secara luas.
Berdasarkan penelitian, ekstrak alang-alang memiliki kandungan senyawa tannin, saponin, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan fenol. Kandungan senyawa fotokimia tersebut dalam farmasi dapat digunakan sebagai obat diare, sakit kepala, dan penyakit kulit.
Dilansir dari buku Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan, etnis Dayak di sekitar Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan (Kalsel), akar dari alang-alang dapat mengobati diabetes.
Selain itu, akar alang-alang diyakini memiliki sifat diuretik yang dapat membantu mengatasi masalah ginjal dan saluran kemih.
Mengonsumsi akar alang-alang dipercaya dapat meningkatkan produksi urine dan membantu membersihkan saluran kemih.
Hal ini menjadikan akar alang-alang sebagai pilihan pengobatan tradisional untuk gangguan ginjal dan saluran kemih.
Demikian ulasan mengenai tumbuhan alang-alang sebagai obat tradisional alami yang memiliki berbagai macam khasiat. Semoga bermanfaat.
Editor : Hernawati