Bersumber dari Paidah Riansyah, Biro Kebudayaan dan Pariwisata, Lembaga Adat Paser (LAP) Penajam Paser Utara (PPU), untuk mengenal lebih dekat beberapa jenis herbal yang sering digunakan oleh masyarakat Paser.
Sagu Muda
Herbal orang Paser sejak dulu juga untuk pengobatan penyakit diabetes atau kencing manis. Bahan-bahannya adalah dari akar tanaman rumbia atau sagu yang muda (wakar rembia burok). Cara pengolahannya yaitu kali pertama ambil akar muda tanaman tersebut.
Lalu dipotong-potong sepanjang 10 centimeter. Akar muda tanaman rumbia atau sagu yang telah dipotong–potong tersebut dicuci hingga bersih menggunakan air bersih.
“Selanjutnya, siapkan panci yang telah diisi dengan air bersih lalu masukkan bahan akar muda tanaman rumbia tersebut ke dalam panci yang telah disediakan. Kemudian direbus hingga mendidih dan biarkan air agak lama mendidih agar kandungan obat yang terdapat pada akar muda tanaman rumbia atau sagu itu keluar,” kata Paidah Riansyah.
Cara penggunaannya, air rebusan akar muda tanaman rumbia atau sagu tersebut didiamkan hingga menjadi hangat. Setelah itu bisa diminum 3 kali sehari (pagi, siang, malam) diminum secara rutin. Jika obat tersebut berfungsi dengan baik maka akan terlihat tanda pada kulit yang terkena diabetes atau kencing manis yaitu kulit terlihat kemerahan.
“Informasi mengenai hal ini saya rangkum dari ahli pengobatan herbal Paser yaitu Dato Dijan Bin Keramu pada 2010,” kata Paidah Riansyah.
Kemudian, untuk mengobati masuk angin (puli kembong utut), masyarakat etnis Paser memanfaatkan tanaman serai sebanyak 3-5 batang. Tanaman ini berfungsi sebagai pengobatan sakit perut yang masuk angin atau perut kembung.
Cara Mengelola
Cara pengolahannya ambil batang tanaman serai sebanyak 3–5 batang lalu dicuci hingga bersih. Siapkan panci lalu diisi dengan air bersih kemudian letakkan batang serai sebanyak 3–5 batang tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih hingga mendidih.
Setelah air rebusan batang serai tersebut telah lama mendidih, lalu diturunkan dari tungku api, selanjutnya didiamkan hingga hangat. Cara penggunaannya ramuan tanaman serai yang telah direbus itu bisa diminumkan kepada pasien 3 kali sehari (pagi, siang, malam). Informasi mengenai pengobatan ini, kata Paidah Riansyah, dia catat dari Niyu binti Daud (alm) tanggal 20 Agustus 2020.
Akar Pinang Muda untuk Kejantanan
Sementara untuk mengobati penyakit dalam tubuh (Puli Roton Suang) yang berfungsi sebagai obat penyakit yang ada di dalam tubuh seperti buang air besar berdarah dan muntah darah, etnis Paser menggunakan bahan dari sulur tumbuhan bako raya.
Cara pengolahannya ambil bagian akar dan sulur tumbuhan bako raya, dipotong sepanjang 10 centimeter lalu dicuci hingga bersih. Siapkan teko yang telah diisi air bersih secukupnya, lalu didiamkan atau direndam selama lebih dari 3 jam.
Cara penggunaan ramuan tumbuhan bako raya yang telah direndam lebih 3 jam itu bisa diminumkan kepada pasien 3 kali sehari (pagi, siang, malam) harus diminum secara terus menerus hingga penyakit tersebut berkurang dan sampai sembuh.
Untuk obat impotensi atau lemah sahwat (puli roton mate pucuk, etnis Paser juga punya resepnya, yaitu dengan akar pinang muda sebanyak 7 akar. Tumbuhan ini sebagai berfungsi sebagai obat impotensi atau lemah sahwat bagi laki–laki serta menambah kejantanan. Cara pengolahan ambil akar pinang muda, lalu dicuci hingga bersih.
Siapkan panci yang telah diisi dengan air bersih, lalu masukkan bahan akar pinang muda tersebut, rebus hingga mendidih, lalu setelah mendidih panci diangkat, lalu didiamkan agak lama hingga menjadi hangat. “Setelah itu bisa diminum 3 kali sehari secara rutin,” kata Paidah Riansyah.
Editor : Uways Alqadrie