KALTIMPOST.ID, Di pinggir jalan, pematang sawah, atau bahkan di sela-sela tanaman di kebun, mungkin Anda pernah melihat tanaman kecil berbulu halus dengan bunga kuning mirip kancing jas.
Itulah Songgolangit (Tridax procumbens), tanaman yang dulunya diremehkan sebagai gulma, kini menyimpan potensi luar biasa bagi kesehatan.
Tanaman yang berasal dari Amerika tropis ini telah lama menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Di beberapa daerah, ia dikenal dengan nama lokal seperti glentang, gobesan, katumpang, atau londotan.
Namun, baru pada awal abad ke-20, tepatnya tahun 1906 di Tasmania, orang mulai menyadari potensi lain dari tanaman ini, awalnya sebagai penutup tanah dan pakan ternak.
Baca Juga: Manfaat Tak Terduga Air Rebusan Seledri: Lebih dari Sekadar Pelengkap Masakan
Sejak sekitar 1,5 abad lalu, Songgolangit telah hadir di Pulau Jawa, meskipun tidak diketahui pasti siapa yang pertama kali membawanya.
Yang jelas, para tabib di Jawa Timur telah lama memanfaatkan Songgolangit sebagai campuran herbal.
Kemudahan tumbuhnya di daerah yang terpapar sinar matahari membuatnya cepat menyebar di seluruh pulau.
Meski sering dianggap sebelah mata, Songgolangit menyimpan segudang khasiat.
Penelitian di Universitas Airlangga dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya telah membuktikan bahwa tanaman ini memiliki sifat analgesik (penghilang rasa sakit) dan antiinflamasi (antiradang).
Baca Juga: Kale: Superfood Terbaik dengan Manfaat Luar Biasa yang Jarang Diketahui
Hebatnya lagi, penelitian tersebut juga memastikan bahwa Songgolangit aman bagi organ hati dan ginjal.
Kandungan aktif dalam Songgolangit meliputi flavonoid tanin, saponin tanin, dan flavonoid saponin.
Flavonoid tanin bermanfaat untuk meredakan nyeri rematik pada tulang dan pinggang.
Saponin tanin berperan sebagai antiradang, antibiotik, peluruh kencing, pereda sakit, dan penurun asam urat. Sementara flavonoid saponin juga memiliki sifat analgesik.
Untuk merasakan manfaatnya, Songgolangit dapat diolah menjadi minuman herbal. Caranya sangat mudah:
- Petik daun Songgolangit secukupnya dan cuci bersih.
- Rebus daun dalam 250 ml air hingga tersisa 200 ml.
- Saring air rebusan.
Baca Juga: Rahasia Kecil di Balik Buah Pir: Manfaat yang Jarang Diketahui saat Musim Hujan
Teh Songgolangit dapat diminum hangat atau dingin. Bagi penderita rematik dan asam urat, disarankan untuk meminumnya dua kali sehari, masing-masing satu gelas.
Bagi orang sehat, teh ini juga aman dikonsumsi sebagai penambah stamina.
Dengan khasiatnya yang luar biasa, tak heran jika Songgolangit kini naik daun dari sekadar gulma menjadi tanaman obat yang dicari. (*)
Editor : Dwi Puspitarini