Apa Itu Leptospirosis?
Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Mikroorganisme ini biasa ditemukan dalam urin hewan terinfeksi, terutama tikus, dan dapat bertahan lama di lingkungan lembap seperti genangan air, tanah basah, atau saluran air yang tercemar.
Bagaimana Penularannya?
Bakteri leptospira dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka kecil, kulit lecet, atau bahkan kulit utuh yang terendam air kotor dalam waktu lama. Orang yang berjalan tanpa alas kaki di area becek dan kotor berisiko tinggi tertular, apalagi di kawasan dengan sanitasi buruk seperti pasar tradisional.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Leptospirosis sering menyerupai flu atau demam berdarah, sehingga kerap disalahartikan. Gejala umumnya meliputi:
Demam mendadak dan tinggi
Nyeri otot, terutama di betis dan punggung
Mata merah
Mual, muntah, dan diare
Kulit dan mata tampak kuning (jika infeksi berat)
Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti gagal ginjal, meningitis, bahkan kematian.
Mengapa Pasar Tradisional Jadi Titik Rawan?
Di banyak pasar tradisional di Indonesia, kondisi sanitasi masih jauh dari ideal. Genangan air, tumpukan sampah, saluran air tersumbat, dan kehadiran tikus membuat tempat ini menjadi habitat sempurna bagi bakteri leptospira.
Langkah Pencegahan yang Sering Diabaikan
Meski leptospirosis dapat dicegah, kesadaran masyarakat masih rendah. Berikut langkah pencegahan yang disarankan:
1. Gunakan alas kaki saat berada di luar rumah, terutama di area kotor dan lembap.
2. Hindari kontak langsung dengan genangan air, lumpur, atau saluran air tanpa pelindung.
3. Jaga kebersihan lingkungan dan upayakan pemberantasan tikus.
4. Cuci kaki dan tangan dengan sabun setelah kontak dengan air banjir atau becek.
5. Periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala usai terpapar lingkungan berisiko.
Leptospirosis, Si Penyakit ‘Seribu Wajah’
Penyakit ini dijuluki demikian karena gejalanya menyerupai banyak infeksi lainnya. Kondisi ini membuat diagnosis awal sering tertunda. Penanganan medis tepat waktu sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Kesimpulan
Kebiasaan nyeker mungkin terlihat sederhana, tapi di lokasi seperti pasar yang rawan bakteri, hal itu bisa berdampak fatal. Menjaga kebersihan dan menggunakan alas kaki adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan nyawa.
Editor : Uways Alqadrie