Namun, pemberiannya tidak boleh sembarangan.
Orang tua perlu memahami aturan dosis yang tepat sesuai usia dan berat badan anak agar obat bekerja efektif dan aman.
Dokter spesialis anak, dr. Erlin Sp.A seperti dikutip dari halodoc, menyarankan agar pemberian paracetamol pada anak dilakukan dengan memperhatikan bentuk sediaan, dosis, serta frekuensi pemberian.
Ia menegaskan bahwa dosis maksimal pemberian paracetamol hanya empat kali dalam 24 jam, dengan jarak minimal 4–6 jam antar pemberian.
Berikut ini adalah panduan umum dosis paracetamol untuk anak dalam bentuk sirup:
3–6 bulan: 2,5 ml (120 mg/5 ml)
6–24 bulan: 5 ml
2–4 tahun: 7,5 ml
4–6 tahun: 10 ml
Sementara untuk sediaan 160 mg/5 ml:
8–11 kg: 3,75 ml
11–16 kg: 5 ml
16–21 kg: 7,5 ml
21–27 kg: 10 ml
Untuk anak usia 6 tahun ke atas yang menggunakan tablet, berikut dosis berdasarkan usia:
6–8 tahun: 250 mg
8–10 tahun: 375 mg
10–12 tahun: 500 mg
12–16 tahun: 750 mg
Selain itu, orang tua disarankan menggunakan sendok takar khusus yang disertakan dalam kemasan obat, bukan sendok makan biasa. Obat sebaiknya dikocok sebelum digunakan untuk memastikan dosis merata.
Hindari memberikan dua produk obat berbeda yang sama-sama mengandung paracetamol, agar anak tidak kelebihan dosis.
Bila anak mengalami kondisi medis tertentu seperti gangguan hati, ginjal, atau sedang mengonsumsi obat lain seperti antiepilepsi atau pengencer darah, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan.
Paracetamol juga sebaiknya diberikan bersama air putih yang cukup, untuk membantu penyerapan obat dan mencegah dehidrasi selama anak demam.
Editor : Uways Alqadrie