Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada! Ini 10 Penyakit Paling Sering Menyerang Warga Balikpapan di Tahun 2024

Khoirun Nisa • Senin, 25 Agustus 2025 | 15:28 WIB
lustrasi penyakit.
lustrasi penyakit.

KALTIMPOST.ID, Kesehatan itu merupakan hal yang paling utama, dan mengetahui kondisi kesehatan di lingkungan sekitar bisa jadi langkah pertama untuk lebih waspada.

Sepanjang 2024, data dari Dinas Kesehatan Balikpapan dalam publikasi Kota Balikpapan dalam Angka 2025  menunjukkan ada beberapa penyakit yang paling sering dikeluhkan warga.

Data ini bukan sekadar angka, tapi cerminan tantangan kesehatan yang perlu kita hadapi bersama.

Sebanyak 10 penyakit dengan jumlah kasus terbanyak di Balikpapan itu apa saja ya?

10 Penyakit dengan Kasus Terbanyak di Balikpapan

  1. Nasopharingitis Akut (Common Cold) ISPA – 55.275 kasus

Penyakit ini menduduki peringkat pertama. Sering disebut juga Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), ini bisa disebabkan oleh perubahan cuaca, paparan polusi, atau kekebalan tubuh yang menurun.

Ini juga termasuk bagian dari penyakit flu, tapi masih biasa. Gejalanya termasuk demam atau menggigil, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri oyot, sakit dan batuk ringan.

Biasanya akan sembuh dalam sepekan atau sepuluh hari dengan istirahat yang cukup dan pola hidup sehat.

  1. Hipertensi Primer – 26.474 kasus

Tekanan darah tinggi menjadi penyakit kronis yang paling banyak ditemukan, terutama pada usia dewasa. Yakni peningkatan tekanan darah yang belum diketahui penyebabnya.

Biasanya ada beberapa faktor, seperti gaya hidup tidak sehat, kurang asupan kalium, obesitas, stres, genetik, dan kurang olahraga berperan besar dalam tingginya angka kasus ini.

  1. Dispepsia – 24.977 kasus

Gangguan pencernaan ini ditandai dengan sekumpulan rasa tidak nyaman di perut bagian atas, seperti mual, kembung, dan cepat kenyang hingga nafsu makan menurun.

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari pola makan tidak teratur, penyingkatan asam lambung, hingga stres dan depresi.

  1. Faringitis – 16.059 kasus

Peradangan pada faring atau tenggorokan ini cukup sering terjadi. Gejalanya bisa nyeri dan gatal pada tenggorokan.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyerang tenggorokan, dan dapat menyebabkan rasa nyeri dan sulit menelan.

  1. Diare dan Gastroenteritis Non-Spesifik – 12.175 kasus

Gastroenteritis merupakan peradangan yang terjadi pada dinding lambung dan usus. Biasanya ditandai dengan mual muntah, diare, dan nyeri perut.

Umumnya disebabkan oleh infeksi dari bakteri makanan atau minuman yang tercemar hingga efek samping obat-obatan. Kebersihan sanitasi, air bersih, dan makanan jadi faktor penentu utama.

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas Akut – 12.060 kasus

Jenis ISPA lain juga tercatat tinggi. Berbagai infeksi pernapasan atas seperti rongga hidung, sinus, atau tenggorokan banyak ditemukan.

Biasa terjadi akibat bakteri, virus, jamur, atau parasit. Gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga dan merokok juga kerap jadi faktor.

Jika mulai sesak napas, demam, hingga batuk parah, segeralah ke dokter.

  1. Mialgia – 10.826 kasus

Nyeri otot atau mialgia adalah keluhan umum akibat kelelahan fisik, postur tubuh yang salah, cedera, atau terjatuh. Meskipun tidak selalu serius, kondisi ini bisa mengganggu produktivitas.

Nyeri otot bisa saja muncul di berbagai bagian tubuh, seperti otot punggung, leher, lengan, paha, atau betis. Nyeri ini biasa dialami oleh setiap orang.

  1. Nekrosis Pulpa – 10.059 kasus

Penyakit gigi ini terjadi karena kerusakan jaringan pulpa (saraf) di dalam gigi yang menyebabkan mati rasa padahal di dalam telah rusak parah.

Umumnya, ini adalah kelanjutan dari kerusakan gigi yang tidak ditangani dengan baik. Gigi berlubang yang dibiarkan terus menerus sampai sarafnya mati.

Risikonya bisa gusi dan rahang membengkak, demam, sampai infeksi.

  1. Pulpitis – 7.157 kasus

Ini adalah peradangan pada jaringan pulpa gigi akibat infeksi atau penanganan gigi berlubang yang ditunda. Gejalanya berupa nyeri tajam, gigi sensitif terhadap makanan/minuman panas atau dingin, hingga bau mulut.

Hal itu disebabkan oleh kerusakan pada enamel dan dentin sehingga bakteri bisa masuk lebih dalam hingga menyentuh ke akar gigi, kemudian menginfeksi dan menyebabkan peradangan.

  1. Diabetes Melitus Tipe 2 – 7.120 kasus

Diabetes tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang jumlahnya terus meningkat. Terjadi akibat tingginya kadar gula darah karena resistensi insulin. Ditunjang dengan makan tidak sehat, konsumsi makanan manis, obesitas, dan kurang aktivitas fisik.

Penanganan penyakit ini menuntut perubahan gaya hidup jangka panjang. Seperti memilih makanan tinggi serat, rendah lemak dan rendah kalori dan menghindari konsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak tinggi. Juga menjaga berat badan ideal.

Tantangan Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Tingginya kasus ISPA, hipertensi, gangguan pencernaan, dan masalah gigi menunjukkan bahwa tantangan kesehatan di Balikpapan tidak hanya bersifat menular, tetapi juga mencakup penyakit tidak menular yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup.

Pemerintah dan tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan meningkatkan kesadaran preventif.

Di sisi lain, sebagai masyarakat, kita juga harus aktif menjaga pola hidup sehat agar beban penyakit bisa ditekan sejak dini.

Yuk jaga pola hidup sehat sejak dini!

Editor : Hernawati
#penyakit #kesehatan #dinas kesehatan