KALTIMPOST.ID, Jamu kunyit asem bukan sekadar minuman tradisional dengan rasa segar.
Minuman ini sejak lama dipercaya menyehatkan tubuh, mulai dari meredakan nyeri haid, menjaga kesehatan pencernaan, hingga mendukung metabolisme.
Menariknya, sejumlah penelitian di Indonesia telah membuktikan khasiat tersebut secara ilmiah.
Rimpang kunyit mengandung kurkumin, zat aktif yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan.
Penelitian oleh Supriadi (2021) dalam Jurnal Ilmu dan Kesehatan menemukan bahwa rebusan air kunyit dapat menurunkan rasa nyeri perut pada penderita gastritis.
Hasil ini memperkuat bukti bahwa kunyit bisa menjadi gastroprotektor alami bagi kesehatan lambung.
Selain itu, penelitian eksperimental oleh Sri Wahyuni dkk. (2020) di Jurnal Farmasi Indonesia menunjukkan bahwa infusa rimpang kunyit mampu mengurangi tukak lambung pada hewan uji.
Artinya, manfaat kunyit dalam melindungi lambung memang punya dasar ilmiah yang cukup kuat.
Redakan Nyeri Haid
Manfaat kunyit asem paling populer adalah untuk mengurangi nyeri haid.
Penelitian oleh Lestari & Rahayu (2023) di Bogor, yang dipublikasikan dalam Journal of Social Science Research, membuktikan pemberian jamu kunyit asem pada remaja putri efektif menurunkan skala nyeri menstruasi (dismenore).
Menurut peneliti, efek ini berasal dari kurkumin yang bekerja menekan peradangan dan membantu relaksasi otot rahim.
Baca Juga: Waspada! Ini 10 Penyakit Paling Sering Menyerang Warga Balikpapan di Tahun 2024
Hormon dan Jerawat
Masalah kulit seperti jerawat sering dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon dan peradangan.
Walau belum ada penelitian lokal yang langsung menghubungkan kunyit asem dengan “hormon jerawat”, beberapa bukti mendukung efeknya.
Nurlaili (2019) dari Poltekkes Kemenkes Malang dalam penelitiannya tentang “Analisis Kadar Kurkuminoid Jamu Kunir Asem” menyebutkan bahwa kurkuminoid memiliki potensi antiinflamasi yang dapat membantu menekan gejala yang dipicu hormon, termasuk masalah kulit.
Dengan kata lain, jamu ini berperan dari dalam tubuh untuk melengkapi perawatan luar seperti skincare.
Potensi Menurunkan Berat Badan
Meskipun klaim jamu kunyit asem sebagai pelangsing populer di masyarakat, penelitian langsung dari Indonesia masih terbatas.
Namun, penelitian internasional mendukung bahwa kurkumin bisa meningkatkan metabolisme lemak.
Di Indonesia, penelitian oleh Rohmah dkk. (2022) dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia menemukan bahwa konsumsi ramuan herbal berbasis kunyit membantu menurunkan indeks massa tubuh (IMT) responden setelah beberapa minggu.
Ini menunjukkan adanya potensi jamu kunyit asem sebagai pendukung diet sehat, meskipun dibutuhkan studi lebih lanjut.
Catatan Keamanan
Namun, tidak semua jamu kunyit asem aman jika diproduksi sembarangan.
Penelitian oleh Suryani dkk. (2021) dalam SainTech Farma (ISTN) menemukan adanya cemaran mikroba pada jamu gendong kunyit asem di Depok.
Hal ini menunjukkan pentingnya memastikan kebersihan dan cara produksi yang benar agar manfaat jamu tidak berubah jadi risiko kesehatan.
Dari penelitian-penelitian di Indonesia, terbukti bahwa jamu kunyit asem memiliki manfaat nyata: melindungi lambung, mengurangi nyeri haid, mendukung kesehatan kulit lewat efek antiinflamasi, bahkan berpotensi membantu menurunkan berat badan.
Meski demikian, faktor keamanan tetap harus diperhatikan. Jadi, kalau selama ini hanya mengandalkan skincare untuk masalah hormon dan jerawat, mungkin sudah waktunya melirik solusi alami dari dalam tubuh lewat jamu kunyit asem. ***
Editor : Dwi Puspitarini