Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Batasan Konsumsi Kuning Telur, Cukup Satu Butir Sehari?

Ari Arief • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 05:10 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi
KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Telur adalah makanan yang kaya nutrisi dan serbaguna. Namun, banyak orang ragu untuk mengonsumsi kuning telur karena kandungan kolesterolnya yang relatif tinggi.

Kekhawatiran ini muncul lantaran asupan kolesterol berlebih sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit, terutama yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular. Jadi, seberapa banyak telur yang aman dikonsumsi setiap hari?

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Hasjim H, SpJP membenarkan bahwa asupan kolesterol memang berperan penting dalam masalah jantung. Ia menjelaskan, kolesterol jahat (LDL) adalah salah satu komponen utama yang membentuk plak.

Penumpukan plak ini di dinding arteri dapat memicu penyempitan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mengenai batasan konsumsi, dr. Hasjim menyarankan untuk membatasi konsumsi kuning telur menjadi satu butir per hari demi menjaga kadar kolesterol tubuh tetap stabil. Sementara itu, putih telur relatif lebih aman dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, karena bagian ini tidak mengandung kolesterol.

“Secara statistik, satu telur saja sudah cukup sebenarnya untuk memenuhi kolesterol kita," ujar dr. Hasjim, dalam acara Heart to Heart Gathering di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Banten, baru-baru lalu.

Alih-alih terlalu terfokus pada jumlah telur, dr. Hasjim mengingatkan bahwa banyak makanan lain yang turut meningkatkan kadar kolesterol. Ia mencontohkan, makanan seperti gorengan, hidangan bersantan, dan beberapa jenis protein hewani juga merupakan sumber lemak dan kolesterol tinggi.

Oleh karena itu, pencegahan penyakit jantung seharusnya dilakukan dengan mengubah pola makan sehat secara keseluruhan, bukan hanya membatasi satu jenis makanan.

“Nah, kalau dibilang apakah tidak boleh makan telur? Saya sih kurang setuju. Yang salah adalah sudah kebanyakan makan telur, tambah gorengan, tambah gulai. Nah, akhirnya konsumsi lemak itu akan jauh berlebih,” tegas dr. Hasjim.

Bagi individu yang sudah memiliki masalah kolesterol tinggi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan porsi makanan yang tepat. Selain mengatur diet, kesehatan jantung juga harus didukung dengan kebiasaan lain, yaitu berolahraga secara teratur dan menghindari rokok.

Hasjim juga menekankan bahwa gaya hidup kurang bergerak atau jarang berolahraga turut berkontribusi besar dalam meningkatkan risiko penyakit jantung.

Editor : Uways Alqadrie
#putih telur #kuning telur menyebabkan kolesterol #Bebas kolesterol