KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Setiap 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, yang tahun ini mengusung tema global “Access to Service Mental Health in Catastrophes and Emergencies” dan tema nasional “Sehat Jiwa dalam Segala Situasi.”
Baca Juga: Rudy Mas’ud Bahas Ketahanan Pangan, Energi, dan SDM: “Kaltim Sudah Lama Menyalakan Indonesia”
Momentum ini juga dimanfaatkan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Kalimantan Timur untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental.
Melalui kampanye publik di Atrium Pentacity Shopping Venue, Himpsi Kaltim menekankan pentingnya mengenali kondisi psikologis diri sendiri maupun orang sekitar.
Di sela kegiatan itu, Sekretaris Himpsi Kaltim, Patria Rahmawaty, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental individu.
Menurutnya, setiap generasi memiliki tantangan tersendiri, dan bagi generasi sekarang, tantangan terbesar datang dari ketergantungan pada teknologi, khususnya gadget.
“Gadget memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Namun, jika penggunaannya tidak bijak, hal itu dapat menimbulkan dampak psikologis bagi individu,” jelas Patria.
Ia menambahkan, pelarangan penggunaan gadget bukan solusi yang realistis di era digital ini, mengingat perangkat tersebut sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Proyek Terowongan Samarinda Diduga Biang Kerusakan Rumah Warga, Sampai Rumah Retak, Ini Keluhannya
Yang lebih penting, katanya, adalah mengatur waktu penggunaan dan menyeimbangkannya dengan interaksi sosial secara langsung.
“Anak-anak perlu diberi pemahaman bahwa teknologi itu penting, tetapi nilai kemanusiaan dan interaksi sosial tetap dibutuhkan," tegasnya. "Karena lewat interaksi sosial, seseorang bisa mendapatkan dukungan emosional ketika menghadapi masalah,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi