Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Empat Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Ginjal Cepat Rusak, Nomor 2 Sering Diabaikan!

Uways Alqadrie • Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Banyak orang memulai hari dengan rutinitas yang tampak sepele: menyeruput kopi, mempercepat-buru beraktivitas, atau mencegah ke kamar mandi. Padahal, kebiasaan di awal hari itu bisa memberi tekanan besar pada salah satu organ vital tubuh, yaitu ginjal.

Ginjal bekerja tanpa henti menyaring racun dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun jika kebiasaan kecil di pagi hari terus diabaikan, fungsinya bisa menurun perlahan tanpa gejala yang jelas.

Menurut dokter urologi asal Chennai, India, dr. Venkatsubramaniam, sejumlah perilaku pagi hari kerap menjadi pemicu utama gangguan ginjal. Berikut di antaranya:

Baca Juga: Media Inggris Ramal IKN Jadi Kota Hantu, Purbaya Yudhi: Jangan Panik, Proyek Tetap Jalan

1. Tidak Minum Air Setelah Bangun Tidur

Setelah tidur semalaman, tubuh kehilangan cukup banyak cairan. Bila langsung mengonsumsi kopi atau teh tanpa meneguk air putih lebih dulu, ginjal dipaksa bekerja lebih keras menyaring racun dalam kondisi kering.

Air putih membantu proses detoksifikasi dan menjaga efisiensi filtrasi ginjal. Studi di Obesity Facts menyebutkan, asupan udara yang cukup bisa mencegah pembentukan batu ginjal dengan mengencerkan mineral penyebab kristal.

2. Menahan Buang Air Kecil

Kebiasaan menunda ke kamar mandi juga menunda ginjal. Riset dalam Korean Journal of Family Medicine mencatat, menahan kencing lebih dari tiga jam dapat meningkatkan tekanan darah—indikasi stres pada ginjal.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu infeksi saluran kemih yang menjalar ke ginjal dan menurunkan fungsinya.

Baca Juga: Jejak Gubernur Riau Abdul Wahid: Dari Kuli Bangunan, Pesantren, Senayan, hingga Ditangkap KPK

3. Kurangnya Rehidrasi Setelah Olahraga

Olahraga pagi memang menyehatkan, tetapi lupa mengganti cairan yang hilang dapat berakibat fatal. Kekurangan elektrolit menurunkan aliran darah ke ginjal dan meningkatkan risiko dehidrasi maupun batu ginjal.

Jurnal Nutrients Menyebutkan, minuman yang mengandung natrium dan karbohidrat lebih efektif membantu pemulihan cairan setelah aktivitas berat dibandingkan air putih saja.

4. Melewatkan Sarapan

Tidak sarapan tidak hanya membuat tubuh lemas, tetapi juga berpengaruh pada metabolisme ginjal. Saat kadar gula darah menurun, tubuh cenderung mencari makanan tinggi garam di siang hari.

Baca Juga: Ustad Abdul Somad: Gubernur Abdul Wahid Tidak Terjaring OTT KPK, Hanya Dimintai Keterangan

Kelebihan natrium menjadi faktor utama peningkatan tekanan darah dan percepatan kerusakan ginjal. Studi di International Journal of Nephrology menekankan pentingnya pola makan teratur dan rendah garam untuk menjaga fungsi ginjal dan jantung.

Sarapan sehat dengan sumber protein, buah, dan biji-bijian utuh membantu menstabilkan energi sekaligus melindungi organ vital ini dari keausan dini.

 

Editor : Uways Alqadrie
#menu sehat #sarapan pagi #manfaat sarapan pagi #minum air bantu turunkan berat badan #manfaat air putih #sehat #merusak ginjal #cuci darah