KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Gaya hidup sehat tanpa rokok dan alkohol ternyata tidak menjamin seseorang terhindar dari stroke jika mengonsumsi stimulan secara berlebihan.
Seorang pria berusia 50-an di Inggris secara mengejutkan mengalami kelumpuhan di sisi kiri tubuhnya akibat kebiasaan mengonsumsi minuman energi secara ekstrem.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tekanan darah pria tersebut mencapai angka yang sangat kritis, yakni 254/150 mmHg.
Kondisi ini dipicu oleh asupan kafein sebesar 1,2 gram setiap hari yang berasal dari 8 kaleng minuman energi.
Angka tersebut melampaui tiga kali lipat batas aman yang direkomendasikan secara medis (400 mg).
Baca Juga: Waspada! 12 Kondisi Kesehatan yang Mengharuskan Seseorang Membatasi Kopi
Melansir laporan Live Science, tim dokter mendiagnosis pasien mengalami stroke lakunar.
Kombinasi kafein dosis tinggi, taurin, dan guarana dalam minuman tersebut menyebabkan arteri di otak menyempit secara mendadak (vasokonstriksi).
Selain itu, kandungan gula yang sangat tinggi turut merusak struktur lapisan pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja melampaui batas normal.
Dampak Permanen Meski Telah Pulih
Setelah tiga minggu menghentikan total konsumsi minuman berkafein, tekanan darah pria tersebut perlahan kembali stabil.
Meski kini sudah bisa kembali beraktivitas dan bekerja, efek buruk dari kejadian tersebut tidak hilang sepenuhnya.
Hingga delapan tahun berlalu, ia masih merasakan mati rasa permanen pada bagian tangan dan kaki.
"Saya benar-benar tidak menyangka dampaknya akan sefatal ini. Kini, rasa kebas ini menjadi peringatan seumur hidup bagi saya," katanya.(*)
Editor : Dwi Puspitarini