KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Rasa manis merupakan bagian tak terpisahkan dari konsumsi harian, baik yang bersumber dari bahan alami maupun hasil sintetis. Namun, manakah di antara keduanya yang lebih mendukung kesehatan? Berikut adalah rincian perbedaan antara gula dan pemanis buatan dari berbagai aspek, dikutip dari hallosehat.com:
Sumber dan Metode Produksi
Gula alami secara natural terdapat pada buah, sayur, madu, dan susu. Gula meja yang digunakan biasanya diekstrak dari tebu, aren, atau palem melalui proses pemanasan. Meski kecil, gula alami masih mengandung sedikit mineral.
Baca Juga: Bukan Hanya Telur, Inilah 12 Sumber Protein Tinggi untuk Tubuh Sehat
Pemanis buatan dikenal sebagai artificial sweeteners, bahan ini merupakan senyawa kimia turunan gula yang diproses secara teknologis. Contoh populernya adalah sakarin, aspartam, dan sukralosa. Berbeda dengan gula, pemanis ini tidak memiliki kandungan nutrisi atau mineral.
Batas Konsumsi Harian
Keduanya memiliki regulasi penggunaan yang berbeda. Gula pasir, Kemenkes RI menyarankan batas aman maksimal 4 sendok makan per hari (setara 148 kalori).
Pemanis buatan, batasnya diatur oleh BPOM berdasarkan berat badan. Misalnya, batas aman aspartam adalah 40 mg per kg berat badan. Jika seseorang memiliki berat 60 kg, maka batasnya adalah 2.400 mg (sebagai gambaran, satu kaleng soda diet mengandung sekitar 180 mg aspartam).
Baca Juga: Jangan Asal Ikut Tren, Pakar Ingatkan Suplemen Bukan Pengganti Makanan Sehat
Intensitas Rasa dan Dampak Metabolisme
Meskipun sama-sama manis, pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang ekstrem, yakni 200 hingga 600 kali lipat lebih kuat dibanding gula biasa. Kelebihannya adalah rendah kalori, sehingga sering menjadi pilihan bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang diet.
Namun, perlu diwaspadai bahwa konsumsi pemanis buatan yang berlebihan berpotensi memperlambat metabolisme tubuh.
Kandungan Kalori dan Efek Kesehatan
Kalori satu sendok makan gula pasir mengandung sekitar 37 kalori, sedangkan pemanis buatan umumnya nol kalori.
Baca Juga: Strategi Menurunkan Kadar Gula pada Nasi, Mengapa Nasi Dingin Lebih Sehat?
Kadar gula darah, pemanis buatan tidak memicu lonjakan gula darah karena bukan termasuk karbohidrat, berbeda dengan gula pasir yang dapat meningkatkan glukosa darah dengan cepat.
Risiko jangka Panjang meski nol kalori, pemanis buatan dapat membuat indra pengecap menjadi kurang sensitif terhadap rasa manis alami, yang memicu keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan manis. Pakar kesehatan juga memperingatkan bahwa pemanis buatan dapat merangsang pertumbuhan sel lemak baru.(*)
Editor : Thomas Priyandoko