Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Urine Berbusa, Apakah Normal atau Tanda Gangguan Ginjal? Kapan Harus Hubungi Dokter?

Ari Arief • Minggu, 18 Januari 2026 | 06:00 WIB

Ilustrasi urine
Ilustrasi urine

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Secara alami, munculnya gelembung saat buang air kecil adalah hal yang wajar, terutama jika aliran urine keluar dengan tekanan kuat dan cepat.

Gelembung normal biasanya akan langsung pecah tak lama setelah Anda selesai.

Namun, Anda perlu waspada jika urine tampak berbusa tebal, menyerupai busa sabun, berwarna putih, dan tidak kunjung hilang setelah beberapa menit.

Dalam dunia medis, busa yang persisten ini sering kali menjadi indikasi adanya proteinuria, yaitu kondisi di mana protein bocor melalui saringan ginjal dan terbuang bersama urine.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat memicu munculnya protein dalam urine antara lain dehidrasi.

Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat. Jika urine Anda berwarna kuning tua dan berbusa, cobalah untuk segera mencukupi kebutuhan air putih.

Baca Juga: Strategi Menurunkan Kadar Gula pada Nasi, Mengapa Nasi Dingin Lebih Sehat?

Nefropati Diabetik yaitu penderita diabetes dengan kadar gula darah yang tidak stabil berisiko mengalami kerusakan pada pembuluh darah ginjal.

Akibatnya, sistem penyaringan ginjal terganggu dan membiarkan protein lolos ke urine.

Hipertensi (tekanan darah tinggi yang terus-menerus dapat merusak unit penyaring ginjal. Khusus bagi ibu hamil, adanya protein dalam urine bisa menjadi sinyal awal preeklampsia. Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Mayoritas pengidap ISK ditemukan memiliki kandungan protein dalam urine mereka. Biasanya, kondisi ini akan membaik seiring dengan sembuhnya infeksi.

Penyakit Lupus sebagai penyakit autoimun, lupus dapat menyerang jaringan ginjal, yang mengakibatkan penurunan fungsi filtrasi.

Konsumsi obat tertentu yaitu penggunaan obat antiradang nonsteroid (NSAID) dalam jangka panjang dapat memengaruhi efektivitas ginjal dalam menyerap kembali protein.

Baca Juga: Wajib Baca! 21 Jenis Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan Mulai 2026

Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter?

Jika urine berbusa terjadi secara konsisten dan disertai dengan tanda-tanda berikut, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengecek fungsi ginjal terjadi pembengkakan pada area tangan, kaki, atau wajah (edema), frekuensi buang air kecil meningkat drastis, nafsu makan menurun secara signifikan.

Berikutnya, muncul ruam pada kulit atau badan terasa mudah lelah, dan tekanan darah sulit dikendalikan.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#diabetes #gangguan ginjal #urine #Gelembung #berbusa #urine berbusa