KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Banyak orang merasa khawatir ketika batuk tak kunjung hilang selama berminggu-minggu, padahal tubuh sudah merasa bugar setelah terkena flu atau pilek.
Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan: "Apakah saya masih bisa menularkan penyakit kepada orang lain?"
Menurut para ahli medis, batuk berkepanjangan biasanya bukan tanda infeksi baru, melainkan respons tubuh terhadap saluran pernapasan yang belum pulih total. Berikut adalah beberapa faktor pemicunya.
Yaitu, sensitivitas saluran napas yang menurut Dr. Joanne Khor dari Poliklinik Jurong menjelaskan bahwa setelah sakit, saluran napas menjadi lebih peka terhadap iritan kecil seperti debu atau udara dingin.
Baca Juga: Hati-hati! Sehat Tanpa Rokok tapi Stroke karena Minuman Energi
Postnasal Drip yaitu lendir dari hidung atau sinus yang menetes ke tenggorokan bagian belakang sering kali merangsang refleks batuk.
Kondisi medis penyerta batuk bisa bertahan lebih lama jika pasien memiliki riwayat asma, rinitis alergi, atau GERD (asam lambung naik), efek buruk merokok memperparah peradangan dan merusak sistem pembersihan lendir di paru-paru.
Apakah Masih Menularkan Penyakit?
Dr. Mok Boon Rui, pendiri Pinnacle Family Clinic, memberikan kabar baik bagi Anda yang ingin kembali bekerja.
Secara umum, virus biasanya hanya menular sejak beberapa hari sebelum gejala muncul hingga seminggu setelahnya.
"Jika Anda merasa sudah sehat tetapi masih batuk, risiko menularkan virus ke orang lain tergolong rendah," ungkap Dr. Mok.
Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan saat berinteraksi dengan kelompok rentan seperti bayi, lansia, atau ibu hamil.
Penggunaan masker sangat disarankan karena masker tidak hanya menahan droplet, tetapi juga menjaga udara yang dihirup tetap hangat dan lembap, sehingga membantu meredakan frekuensi batuk.
Baca Juga: Panduan Sehat Konsumsi Telur, Nutrisi Maksimal Tanpa Takut Kolesterol
Langkah Praktis Meredakan Batuk
Untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi iritasi tenggorokan, Anda bisa mencoba langkah berikut, yaitu hidrasi maksimal minum air putih secara teratur untuk menjaga kelembapan tenggorokan.
Hindari pemicu dengan jauhi asap rokok, debu, dan cairan pembersih berbau menyengat. Etika batuk selalu terapkan kebersihan tangan dan gunakan masker di ruang publik.
Kapan Harus Ke Dokter?
Jangan abaikan batuk jika mulai disertai tanda-tanda bahaya sesak napas atau napas berbunyi (ngik-ngik), nyeri dada yang tajam, batuk disertai darah.
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, dan sering berkeringat di malam hari.(*)
Editor : Almasrifah