Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jangan Sampai Tertipu! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin yang Wajib Diketahui

Ilmidza • Senin, 13 April 2026 | 13:03 WIB
Ilustrasi ikan asin.
Ilustrasi ikan asin.

KALTIMPOST.ID, Ikan asin menjadi salah satu lauk favorit banyak orang karena harganya terjangkau dan rasanya yang khas. Tak heran, makanan ini kerap jadi pilihan andalan, terutama saat kondisi keuangan sedang terbatas. Meski sederhana, ikan asin bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Namun, di balik kelezatannya, ada hal yang perlu diwaspadai. Beberapa oknum pedagang diketahui menambahkan bahan kimia berbahaya seperti formalin atau pengawet sintetis agar ikan asin bisa bertahan lebih lama. Padahal, konsumsi zat tersebut dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan.
Agar tidak salah memilih, penting untuk mengenali ciri-ciri ikan asin yang aman dan bebas dari formalin.

Ciri ikan asin tanpa formalin
Berikut beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan saat membeli ikan asin:
1. Memiliki aroma khas yang tajam
Ikan asin alami biasanya memiliki bau yang cukup menyengat, berasal dari proses penggaraman dan penjemuran. Sebaliknya, ikan yang mengandung formalin cenderung hampir tidak berbau, bahkan terkesan “netral”.

2. Teksturnya mudah hancur
Ikan asin yang diproses secara tradisional umumnya lebih rapuh dan mudah patah saat ditekan. Jika teksturnya keras, kenyal, atau sulit dihancurkan, bisa jadi ikan tersebut telah diberi formalin.

3. Warna tampak kusam alami
Secara alami, ikan asin memiliki warna yang cenderung kusam atau agak gelap. Jika terlihat terlalu putih, cerah, atau bersih berlebihan, patut dicurigai adanya bahan kimia tambahan.

4. Daging terlihat wajar dan berkualitas
Ikan asin yang baik memiliki daging yang cukup tebal dan berasal dari ikan berkualitas. Untuk jenis kecil seperti teri, pilih yang ukurannya sedikit lebih besar karena biasanya lebih baik kualitasnya.

5. Tidak tahan terlalu lama
Meski awet, ikan asin alami tetap akan mengalami perubahan aroma atau tekstur jika disimpan terlalu lama. Jika ikan tidak berubah sama sekali dalam waktu panjang, kemungkinan ada tambahan bahan pengawet.

6. Dihinggapi lalat
Di pasar tradisional, lalat sering dianggap tanda kurang higienis. Namun pada ikan asin, kehadiran lalat justru menunjukkan keaslian. Lalat tertarik pada bau alami ikan asin, sedangkan ikan yang mengandung formalin biasanya tidak menarik perhatian lalat.

Dengan memahami ciri-ciri tersebut, Anda bisa lebih bijak dalam memilih ikan asin yang aman dikonsumsi dan terhindar dari bahan berbahaya.

Editor : Ilmidza
#ikan #tips kesehatan