Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Awas, Gusi Berdarah Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Ginjal Kronis

Ari Arief • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:37 WIB
Ilustrasi sakit gusi.(getty images)
Ilustrasi sakit gusi.(getty images)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Dampak buruk penyakit gusi atau periodontitis ternyata tidak boleh disepelekan. Jika selama ini gangguan mulut seperti gusi berdarah, kerusakan jaringan gigi, hingga gigi tanggal hanya dianggap masalah estetika dan kebersihan mulut, penelitian terbaru justru mengungkap fakta sebaliknya.

Penyakit gusi kronis kini resmi dikaitkan dengan risiko awal penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD).

Baca Juga: Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Tegaskan SPMB 2026 Harus Bersih, Ingatkan Sekolah Jangan Terima Murid Titipan

Dikutip dari laman News Medical Life Science, peradangan kronis akibat periodontitis sebelumnya memang sudah dikaitkan dengan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan diabetes.

Namun, studi skala besar terbaru di Jerman kini berhasil membuktikan adanya hubungan kuat antara penyakit gusi dengan penurunan fungsi ginjal, bahkan sejak stadium awal.

Baca Juga: Diduga Intimidasi Dokter hingga Pesta Miras di Depan IGD, Tiga Anggota DPRD TTU Dilaporkan ke BK

"Kami bertujuan mengevaluasi hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal dini, serta mengeksplorasi peran dari penanda inflamasi sistemik," tulis para peneliti dalam International Journal of Oral Science yang dipublikasikan baru-baru ini.

Studi berbasis populasi ini melibatkan 6.179 peserta dari Hamburg City Health Study. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan gusi dan ginjal secara menyeluruh, termasuk mengukur tingkat keparahan gusi dan fungsi penyaringan ginjal via Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR).

Baca Juga: KPPU dan OJK Perkuat Sinergi Awasi Persaingan Usaha di Sektor Jasa Keuangan

Risiko Naik Dua Kali Lipat

Hasil analisis data menunjukkan pola yang mengejutkan. Prevalensi atau angka kasus periodontitis parah melonjak drastis, dari hanya 14 persen pada individu dengan fungsi ginjal normal, menjadi 36 persen pada mereka yang mulai mengalami penurunan fungsi ginjal tingkat sedang.

Kondisi tersebut diperparah dengan temuan albuminuria (kadar protein albumin yang tinggi dalam urine) yang menjadi tanda nyata adanya kebocoran atau kerusakan pada ginjal. Semakin parah penyakit gusi yang diderita seseorang, semakin buruk pula indikator kerusakan ginjalnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Modus Perampok Bengkuring, Ganti Penampilan Empat Kali dalam Semalam

Menariknya, kaitan erat antara gusi berdarah dan gangguan ginjal ini tetap konsisten, bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor risiko lain seperti faktor usia, jenis kelamin, riwayat penyakit diabetes, hingga kebiasaan merokok pasien.

Mengingat penyakit ginjal kronis sering kali berkembang diam-diam tanpa gejala (silent killer) hingga kondisinya parah, temuan ini menjadi angin segar bagi dunia medis untuk deteksi dini.

Baca Juga: Cegah Korupsi Program MBG, KPK Sodorkan 10 Rekomendasi ke Badan Gizi Nasional

"Dengan menunjukkan adanya hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal dini, studi ini menyoroti bahwa kesehatan mulut bisa menjadi jendela potensial untuk mengintip kesehatan ginjal pasien," tegas salah satu pemimpin studi, Prof. Dr. Aarabi.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#gusi #mulut #ginjal