Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Generasi Muda Menua Lebih Cepat, Kasus Kanker Onset Dini Global Melonjak 25 Persen

Ari Arief • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:21 WIB
Ilustrasi generasi muda yang secara fisik menua lebih cepat akibat paparan faktor risiko modern.(generate ai)
Ilustrasi generasi muda yang secara fisik menua lebih cepat akibat paparan faktor risiko modern.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Generasi muda saat ini disinyalir mengalami proses penuaan fisik yang lebih cepat dibandingkan generasi pendahulu mereka. Fenomena penuaan biologis yang terakselerasi ini diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama di balik melonjaknya kasus kanker onset dini—kanker yang terdeteksi pada usia di bawah 50 tahun—secara global.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia medis mencatat peningkatan tajam kasus kanker pada orang dewasa muda, termasuk kanker payudara, kolorektal (usus besar), ginjal, dan rahim. Sebuah makalah ilmiah bahkan menunjukkan bahwa diagnosis kanker onset dini melonjak hingga 25 persen di seluruh dunia dalam kurun waktu antara tahun 1990 dan 2019.

Baca Juga: Puncak Kemarau Juli–September, BMKG Wanti-Wanti Risiko Karhutla dan ISPA di Kaltim

"Tren peningkatan kanker pada usia yang lebih muda ini sangat nyata, dan ini bukan sekadar karena diagnosis yang lebih efisien atau deteksi yang lebih awal," ujar Dr. Jyoti Nangalia, ahli hematologi dan peneliti kanker di Wellcome Sanger Institute, Inggris, seperti dikutip dari Live Science, Kamis (9/7).

Menurut Dr. Nangalia, ada kemungkinan bahwa generasi saat ini terpapar oleh risiko baru yang memicu kanker, atau sistem pertahanan alami tubuh manusia yang telah berubah.

Baca Juga: Gagal Tes Akpol Akibat Kondisi Gigi, Calon Taruni Adukan ke Kapolda NTT

Petunjuk baru mengenai fenomena ini diungkap dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature Medicine. Penelitian tersebut menunjukkan adanya "kesenjangan" atau jarak yang lebih lebar antara usia kronologis (usia berdasarkan tanggal lahir) dan usia biologis (ukuran seberapa cepat jaringan dan sistem tubuh menua) pada generasi yang lebih muda. Semakin besar kesenjangan tersebut, semakin tinggi pula risiko seseorang terkena kanker di usia muda.

Untuk membuktikannya, studi ini menganalisis data kesehatan dari lebih dari 150.000 orang dewasa di UK Biobank, Inggris. Para peneliti memasukkan sampel darah peserta ke dalam statistik model bernama PhenoAge untuk menghitung kesenjangan usia biologis mereka.

Baca Juga: Gugat UU MD3 ke MK, Mahasiswa Minta Masa Jabatan Anggota DPR dan DPRD Dibatasi

Hasilnya menunjukkan tren penuaan yang mengkhawatirkan antar-generasi:

Baca Juga: Kebakaran Maut di Sungai Parit PPU, Dua Bocah Tewas Terbakar

Analisis rekam medis menunjukkan bahwa peserta dengan kesenjangan usia biologis yang tinggi lebih rentan terkena kanker tumor padat, terutama kanker paru-paru, saluran pencernaan, dan rahim. Mereka yang berada di kelompok penuaan biologis tertinggi memiliki risiko 15 persen lebih besar terkena kanker jenis ini.

Lebih detail lagi, ketika para ilmuwan melihat penuaan pada tingkat organ spesifik menggunakan pola protein darah, ditemukan fakta bahwa indikator sistem imun yang menua lebih cepat berkaitan erat dengan tingginya risiko kanker paru-paru onset dini.

Baca Juga: Proyek Drainase Inhutani Rp 20 Miliar Mulai Dikerjakan, Pemkot Balikpapan Target Rampung Akhir Tahun

"Pendekatan tradisional biasanya hanya fokus pada faktor risiko individu seperti obesitas atau konsumsi makanan ultraproses," kata Yin Cao, profesor epidemiologi molekuler dan klinis di Washington University School of Medicine.

"Kami menguji apakah kami bisa memanfaatkan bank data besar ini untuk menemukan cetakan biologis sebagai cerminan dari banyak paparan yang dapat dikaitkan dengan risiko kanker," tambahnya.

Baca Juga: Eks Jalan Hauling Bayan Sepanjang 1,7 Km Segera Jadi Jalan Umum, Pemkab Kubar Matangkan Proses Hibah

Meski demikian, para pakar memberikan catatan bahwa tes penuaan biologis ini masih relatif baru dan interpretasinya pada tingkat individu bisa bervariasi. Studi ini masih memerlukan konfirmasi dan validasi lebih lanjut pada populasi dunia yang lebih beragam sebelum kesimpulan akhir diambil.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#menua #tubuh #generasi #kanker