Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Piala Dunia 2026 Bikin Deg-degan, Nonton Bola di TV Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Jantung

Dwi Puspitarini • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:05 WIB
Ilustrasi. Keseruan menonton bola di TV ternyata bisa mempengaruhi kesehatan jantung.
Ilustrasi. Keseruan menonton bola di TV ternyata bisa mempengaruhi kesehatan jantung.

 

KALTIMPOST.ID - Nonton bola di TV menjadi aktivitas favorit jutaan orang selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Namun di balik keseruannya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menyaksikan pertandingan olahraga ternyata bisa memengaruhi kesehatan jantung, terutama ketika emosi penonton ikut terbawa suasana pertandingan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa nonton bola di TV tidak hanya memicu ketegangan emosional, tetapi juga dapat meningkatkan detak jantung hingga mendekati respons tubuh saat berolahraga intensitas tinggi. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian, khususnya bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Selain memicu lonjakan detak jantung, kebiasaan nonton bola di TV dalam waktu lama juga sering disertai duduk berjam-jam dan konsumsi camilan tinggi kalori. Kombinasi ini dinilai dapat berdampak terhadap kesehatan jantung dan metabolisme tubuh apabila dilakukan terus-menerus.

Mengutip Harvard Health Publishing, tenaga kesehatan telah lama mengamati pola menarik saat turnamen olahraga besar berlangsung.

Banyak dokter dan perawat melaporkan ruang gawat darurat justru cenderung sepi ketika pertandingan berlangsung. Namun, situasinya berubah setelah laga usai.

Sejumlah pasien datang dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, hingga gejala lain yang berkaitan dengan gangguan kardiovaskular. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tekanan emosional yang muncul selama pertandingan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Canadian Journal of Cardiology pada 2017 mencoba mengukur respons tubuh saat seseorang menyaksikan pertandingan hoki.

Studi itu melibatkan 20 orang dewasa di Montreal, Kanada, yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Sebagian peserta diminta menonton pertandingan melalui televisi, sementara peserta lainnya menyaksikan langsung di arena.

Hasilnya menunjukkan detak jantung penonton televisi meningkat rata-rata hingga 75 persen. Sementara mereka yang hadir langsung di stadion mengalami kenaikan hingga 110 persen.

Kenaikan detak jantung pada penonton televisi berlangsung sekitar 39 menit. Adapun penonton di arena mengalami peningkatan selama sekitar 72 menit.

Peneliti juga menemukan bahwa lonjakan detak jantung paling tinggi terjadi ketika tim memperoleh peluang mencetak gol.

"Bukan hasil akhir pertandingan yang menentukan intensitas respons stres emosional, melainkan euforia yang dialami saat menyaksikan bagian-bagian pertandingan yang berintensitas tinggi," tulis para peneliti, yang dilansir dari CNN, Jumat (10/7/2026).

Temuan serupa juga muncul dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Preventive Medicine pada 2024.

Penelitian tersebut menyebut kebiasaan menyaksikan pertandingan olahraga melalui televisi berpotensi berkaitan dengan penurunan kesehatan kardiometabolik.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa menonton olahraga dapat berdampak buruk pada faktor kesehatan kardiometabolik, seperti peningkatan BMI, hipertensi, dan diabetes," tulis para peneliti, yang dilansir dari CNN, Jumat (10/7/2026)

Menurut peneliti, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh stres emosional yang muncul selama pertandingan, seperti rasa marah, tegang, atau cemas. Emosi tersebut dapat berhubungan dengan peningkatan tekanan darah.

Selain tekanan emosional, peneliti menilai ada faktor lain yang turut memengaruhi kesehatan jantung saat nonton bola di TV.

Duduk dalam waktu lama tanpa banyak bergerak dapat mengurangi aktivitas fisik harian. Di sisi lain, banyak orang juga mengonsumsi makanan ringan tinggi garam, gula, atau lemak selama menonton pertandingan.

Kombinasi kedua kebiasaan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik apabila dilakukan berulang dalam jangka panjang.

Menonton pertandingan selama Piala Dunia 2026 tetap bisa menjadi hiburan yang menyenangkan. Namun, para ahli mengingatkan agar aktivitas tersebut diimbangi dengan gaya hidup sehat.

Beristirahat di sela pertandingan, tetap aktif bergerak, memilih camilan yang lebih sehat, menghindari begadang berlebihan, dan mengelola emosi saat pertandingan berlangsung dapat membantu menjaga kesehatan jantung tanpa harus melewatkan momen seru sepak bola.***

Editor : Dwi Puspitarini
#nonton bola di TV #pertandingan olahraga #piala dunia 2026 #kesehatan jantung