KALTIMPOST.ID - Gangguan saluran kemih pada pria kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dokter mengingatkan, kebiasaan duduk terlalu lama, kurang aktivitas fisik, hingga tekanan pekerjaan membuat masalah kesehatan ini semakin sering ditemukan pada pria yang masih berada di usia produktif.
Perubahan gaya hidup modern membuat risiko gangguan saluran kemih pada pria meningkat. Aktivitas yang didominasi duduk, minim olahraga, serta kebiasaan merokok dan stres berkepanjangan dinilai ikut memengaruhi kesehatan saluran kemih maupun organ reproduksi.
Karena gejala awal sering kali ringan, banyak pria baru menyadari adanya gangguan saluran kemih pada pria setelah keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, Dyandra Parikesit, mengatakan pola hidup masyarakat saat ini menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus gangguan urologi pada usia muda.
"Banyak pria sering kali mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru ke dokter saat gejalanya memburuk. Meski dianggap penyakit orang tua, faktanya saat ini gangguan saluran kemih bisa dialami pria di usia berapa saja," kata Dyandra Parikesit, Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, dalam keterangan tertulis, dilansir dari CNN, Mingu (12/7/2026).
Menurut Dyandra, kebiasaan terlalu lama duduk atau gaya hidup sedentari menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai gangguan pada saluran kemih. Sayangnya, banyak pria belum menyadari risikonya karena keluhan sering tidak terasa pada tahap awal.
Varikokel Bisa Muncul Tanpa Disadari pada Pria Produktif
Selain gangguan saluran kemih, dokter juga mengingatkan pentingnya mengenali varikokel yang merupakan pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis. Kondisi ini cukup sering ditemukan pada pria usia produktif dan dapat memengaruhi kesuburan.
Dyandra menjelaskan bahwa banyak penderita tidak menyadari kondisi tersebut hingga menjalani pemeriksaan.
"Ada juga deteksi dini varikokel untuk mendeteksi varikokel yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis. Varikokel merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria yang paling sering ditemukan pada usia produktif, namun sering kali tidak disadari," ujar Dyandra Parikesit.
Pria yang sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan juga disarankan melakukan analisis sperma untuk mengetahui kualitas sperma, mulai dari jumlah, pergerakan, hingga bentuknya.
Gejala Ringan Sering Dianggap Sepele
Gangguan saluran kemih umumnya berkembang secara perlahan. Karena itu, banyak pria baru mencari pertolongan medis setelah keluhan mulai mengganggu aktivitas.
Beberapa tanda yang patut diwaspadai meliputi aliran urine melemah, harus mengejan saat buang air kecil, urine masih menetes setelah selesai berkemih, hingga sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.
Memasuki usia 45 tahun, risiko gangguan saluran kemih semakin meningkat. Pada usia tersebut, pemeriksaan fungsi ginjal, evaluasi disfungsi ereksi, hingga skrining kesehatan urologi mulai dianjurkan untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Sementara bagi pria berusia 50 tahun ke atas, pemeriksaan prostat secara rutin, termasuk tes Prostate-Specific Antigen (PSA) dan pemeriksaan pola aliran urine, dapat membantu menemukan gangguan prostat lebih awal.
Dyandra mengingatkan bahwa pemeriksaan urologi sebaiknya tidak menunggu hingga muncul rasa nyeri atau keluhan berat. Menurutnya, skrining sejak dini berperan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi dan saluran kemih hingga usia lanjut.
"Jangan menunda pemeriksaan urologi hanya karena merasa belum ada keluhan yang menyakitkan. Melakukan skrining sejak dini dapat membantu mempertahankan fungsi reproduksi, seksual, dan sistem ekskresi urin yang optimal hingga usia lanjut," kata Dyandra Parikesit.***
Editor : Dwi Puspitarini