Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sering Ngantuk Berat Setelah Makan? Jangan Anggap Sepele, Bisa Berkaitan dengan Jantung

Dwi Puspitarini • Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:56 WIB
tidur pulas
Ilustrasi seseorang mengalami ngantuk setelah makan.

KALTIMPOST.ID - Ngantuk setelah makan sering dianggap sebagai hal yang wajar. Banyak orang mengira rasa kantuk muncul karena tubuh sedang mencerna makanan sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Padahal, jika kondisi ini terjadi berulang dan disertai rasa lemas atau sulit berkonsentrasi, ada baiknya mulai lebih waspada.

Menurut dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Cecep Hermawan, ngantuk setelah makan bisa berkaitan dengan lonjakan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi energi tubuh, tetapi juga dapat berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung apabila terus terjadi dalam jangka panjang.

Karena itu, ngantuk setelah makan sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai efek kenyang semata. Mengenali penyebabnya sejak dini dapat membantu seseorang mengambil langkah sederhana untuk menjaga kesehatan metabolisme sekaligus menurunkan risiko gangguan kardiovaskular.

Baca Juga: Cari Minuman Tinggi Protein? Ini 10 Pilihan Praktis yang Cocok untuk Sehari-hari

Lonjakan Gula Darah Perlu Diwaspadai

dr. Cecep menjelaskan bahwa peningkatan gula darah setelah makan sebenarnya merupakan respons alami tubuh. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ketika kenaikannya terlalu tinggi dan terus berulang.

"Habis makan, gula darah naik itu normal kok. Tapi kalau naiknya tajam dan sering, ini gak sepele. Di penelitian populasi besar, kadar gula dua jam setelah makan yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung bahkan pada orang yang belum kena diabetes. Bukan nakut-nakutin ya, cuma biar kita sadar," ujar dr. Cecep Hermawan, dilansir dari inews, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, lonjakan gula darah yang terjadi berulang dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dalam mengatur kadar glukosa. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme hingga penyakit jantung.

Baca Juga: Rekor Baru! Harga Tiket Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina Lampaui Super Bowl,  Ada yang Tembus Rp1 Miliar

Bergerak Ringan Setelah Makan Dapat Membantu Mengontrol Gula Darah

Alih-alih langsung duduk diam atau berbaring setelah makan, dr. Cecep menyarankan masyarakat tetap melakukan aktivitas ringan. Gerakan sederhana dinilai dapat membantu otot memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah lebih terkendali.

"Kuncinya di otot. Pas otot berkontraksi, dia narik glukosa (gula darah) masuk ke sel lewat jalur yang gak butuh insulin. Jadi gerak ringan aja udah bikin gulanya kepake," kata dr. Cecep Hermawan.

Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat. Berjalan santai atau sekadar menggerakkan tubuh beberapa menit setelah makan sudah dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibanding langsung beristirahat.

Baca Juga: Kebiasaan Minum Susu Botol Sebelum Tidur Bisa Bikin Gigi Anak Berlubang? Dokter Ungkap Faktanya

Kebiasaan Sederhana yang Disarankan Setelah Makan

Untuk membantu mengurangi lonjakan gula darah, dr. Cecep menyarankan beberapa kebiasaan sederhana yang mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Pertama, usahakan tidak langsung duduk terlalu lama atau rebahan setelah selesai makan. Tetap berdiri atau melakukan aktivitas ringan dapat membantu menjaga otot tetap aktif.

Selain itu, berjalan kaki santai selama sekitar 10 menit setelah makan juga dinilai bermanfaat untuk membantu tubuh menggunakan kelebihan glukosa dalam darah.

Bagi pekerja yang lebih banyak duduk, gerakan soleus push-up atau jinjit berulang juga bisa menjadi alternatif. Mengenai cara melakukannya, dr. Cecep menjelaskan, "Sekitar 60 kali per menit, selama duduk. Tekan ujung kaki ke lantai dulu, baru tumit naik," ujarnya.

dr. Cecep menyebutkan bahwa manfaat aktivitas ringan setelah makan juga didukung penelitian yang melibatkan 70 orang dewasa sehat dengan berat badan normal. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa gerakan ringan secara berkala setelah makan dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut bukanlah pengganti pengobatan maupun pola hidup sehat secara keseluruhan.

"Ini bukan pengganti obat atau gaya hidup sehat ya. Kalau kamu punya kondisi medis tertentu, tetap konsultasikan dulu dengan doktermu," kata dr. Cecep Hermawan.***

Editor : Dwi Puspitarini
Sumber : inews
ngantuk setelah makan risiko penyakit jantung cara mencegah gula darah naik gula darah kesehatan