Investasi Jantung Sehat, Rutin Minum Teh Tawar Turunkan Risiko Stroke hingga 13 Persen

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:19 WIB
Ilustrasi stroke.(getty images)
Ilustrasi stroke.(getty images)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kebiasaan sederhana meminum teh setiap hari ternyata menyimpan dampak luar biasa bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Para ahli menyebutkan, mengonsumsi dua hingga empat cangkir atau sekitar 500 hingga 1.000 ml teh per hari ampuh memperkuat sistem kardiovaskular sekaligus menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Rahasia di balik khasiat ini terletak pada kekayaan senyawa alami tumbuhan seperti katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa aktif tersebut bertindak sebagai antioksidan dan antiinflamasi kuat yang melindungi lapisan dalam pembuluh darah (endotelium) dari kerusakan akibat radikal bebas.

Baca Juga: Waspada Kerusakan Ginjal Diam-Diam, Gejala Baru Muncul Setelah Fungsi Anjlok 80 Persen

Dilansir dari VNExpress, kandungan polifenol dalam teh bekerja menjaga fleksibilitas pembuluh darah, melancarkan sirkulasi darah, serta menekan peradangan kronis yang memicu pengerasan arteri akibat penumpukan kolesterol.

Manfaat ini diperkuat oleh analisis besar terhadap 14 penelitian yang melibatkan lebih dari 510.000 partisipan. Hasil riset menemukan bahwa rutin meminum sekitar tiga cangkir teh setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 13 persen, terutama jenis stroke iskemik yang dipicu oleh penyumbatan pembuluh darah.

Baca Juga: Usai Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Bupati Lombok Barat dan Kadis PUPR Disegel KPK

Selain itu, studi tahun 2020 dalam European Journal of Preventive Cardiology terhadap 100.000 orang dewasa menunjukkan, individu yang minum teh minimal tiga kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan kematian dini. Uniknya, para peminum teh reguler ini tercatat baru terkena penyakit kardiovaskular 1,4 tahun lebih lambat dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.

Terkait jenisnya, peneliti menegaskan belum ada bukti kuat bahwa teh hijau lebih unggul daripada teh hitam atau teh oolong. Pasalnya, ketiga jenis teh tersebut berasal dari tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis, dan hanya berbeda pada proses fermentasinya.

Baca Juga: Bupati Lombok Barat dan 18 Orang Lainnya Terjaring OTT KPK

Kendati kaya manfaat, para ahli mengingatkan bahwa teh bukanlah obat penyembuh, melainkan investasi gaya hidup sehat. Untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi jantung, masyarakat disarankan meminum teh tanpa pemanis tambahan (teh tawar) serta tidak berlebihan guna menghindari efek buruk kafein.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
teh jantung kesehatan