Sering Dianggap Memicu Usus Buntu, Benarkah Biji Cabai Berbahaya?

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:54 WIB
Ilustrasi biji cabai yang selama ini diidentikkan sebagai penyebab usus buntu.(generate ai)
Ilustrasi biji cabai yang selama ini diidentikkan sebagai penyebab usus buntu.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Anggapan mengenai konsumsi biji cabai yang dapat menumpuk dan memicu peradangan usus buntu ternyata hanya mitos. Hingga saat ini, belum ada riset ilmiah yang membuktikan bahwa biji dari cabai maupun buah dan sayuran lain—seperti jambu biji, tomat, dan paprika—dapat menyebabkan peradangan pada organ apendiks tersebut.

Peradangan usus buntu (apendisitis) umumnya terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran di dalam usus besar kanan bawah. Sumbatan ini memicu berkembang biaknya bakteri hingga timbul pembengkakan dan nanah. Jika tidak segera ditangani secara medis, usus buntu berisiko pecah dan menyebarkan infeksi ke dalam rongga perut.

Baca Juga: Kenali Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa, Jangan Tunggu Krisis, Lakukan Skrining Sejak Dini

Meski biji cabai tidak terbukti memicu usus buntu, konsumsi makanan pedas secara berlebihan tetap berpotensi mengganggu kesehatan saluran pencernaan. Kandungan senyawa capsaicin yang memberi rasa pedas pada cabai dapat memicu reaksi berupa rasa panas di dada (heartburn), sakit perut, mual, hingga diare.

Selain itu, makanan pedas juga dapat memperburuk gejala penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Oleh karena itu, keluhan yang muncul usai menyantap makanan pedas murni merupakan bentuk respons sensitivitas saluran pencernaan, bukan gejala langsung dari penyakit usus buntu.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
usus buntu biji cabai bakteri