Simpan Makanan Sisa di Kulkas Ada Batasnya, Ahli Gizi Bagikan Prinsip "2–4–74"

Ari Arief • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:18 WIB
Ilustrasi panduan aman simpan makanan sisa di kulkas.(generate ai)
Ilustrasi panduan aman simpan makanan sisa di kulkas.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,BOGOR-Menyimpan makanan sisa di dalam lemari es menjadi kebiasaan umum untuk mencegah makanan terbuang percuma. Namun, masyarakat diingatkan bahwa pendinginan tidak sepenuhnya menghentikan proses kerusakan makanan sehingga memiliki masa simpan yang terbatas.

Dosen Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, menjelaskan bahwa makanan matang yang disimpan pada suhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah dianjurkan untuk dikonsumsi paling lambat dalam waktu 3 hingga 4 hari.

Baca Juga: Sakit Gigi Berulang Jangan Dianggap Sepele, Ini Bahaya Infeksi yang Bisa Menyebar ke Aliran Darah

“Memasukkan makanan ke dalam kulkas bukan berarti proses kerusakan berhenti sepenuhnya. Kulkas pada suhu sekitar 1–4°C berfungsi memperlambat pertumbuhan sebagian besar bakteri, bukan mensterilkan makanan. Karena itu, makanan tetap memiliki masa simpan terbatas,” kata Rosyda.

Rosyda mewanti-wanti bahaya temperature danger zone, yaitu rentang suhu 5–60°C di mana mikroorganisme dapat berkembang biak dengan sangat cepat. Karena itu, makanan sisa tidak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam lemari es.

Baca Juga: Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas hingga Empat Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan

Selain itu, ia membagikan beberapa kekeliruan yang sering dilakukan masyarakat saat menyimpan makanan sisa, seperti menggunakan wadah yang terlalu besar dan dalam sehingga pendinginan melambat, tidak menutup wadah rapat-rapat, serta meletakkan makanan matang berdekatan dengan bahan pangan mentah yang berisiko memicu kontaminasi silang.

Secara khusus, bahan pangan seperti nasi dan pasta memerlukan perhatian ekstra karena rentan berkaitan dengan spora Bacillus cereus. Dari segi kandungan gizi, proses penyimpanan dan pemanasan berulang juga dapat mengoksidasi lemak serta merusak vitamin yang sensitif terhadap panas seperti vitamin C dan B kompleks.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Ex-Mess Korindo di PPU, Alumni Galang Bantuan Rp 16 Juta untuk Korban

Guna memudahkan masyarakat dalam mengolah dan menyimpan makanan sisa secara aman, Rosyda menyarankan penerapan prinsip sederhana "2–4–74":

Baca Juga: Pemain Spanyol Sumbangkan Bonus Juara Piala Dunia kepada Staf RFEF

"Prinsip ini sangat efektif membantu mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme sekaligus menjaga makanan sisa tetap aman dan layak dikonsumsi," katanya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
simpan kulkas makanan