Mengenal Mukokel, Benjolan Mulut Mirip Sariawan yang Muncul Akibat Bibir Tergigit

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:13 WIB
Ilustrasi bibir pecah yang mirip sariawan.(generate ai)
Ilustrasi bibir pecah yang mirip sariawan.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kemunculan benjolan kecil di area rongga mulut kerap kali langsung dicap sebagai sariawan biasa. Padahal, ada kondisi medis lain yang memiliki tampilan serupa, yakni mukokel atau kista mukus akibat gangguan pada kelenjar ludah.

Berdasarkan data Cleveland Clinic, mukokel merupakan kista berisi cairan yang terbentuk di permukaan dalam mulut. Kista ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa nyeri, namun kerap membuat penderitanya kaget saat ukurannya membesar.

Baca Juga: Jebakan Flexing Medsos Bikin Generasi Muda Cemas, Kemenkes Soroti Kematangan Otak

Benjolan ini paling sering muncul di bagian dalam bibir bawah, meski bisa juga tumbuh di lidah, gusi, pipi bagian dalam, hingga dasar mulut. Bila terbentuk di area dasar mulut, kondisi tersebut lazim disebut sebagai ranula.

Penyebab utamanya berasal dari trauma ringan, salah satunya kebiasaan bibir yang tidak sengaja tergigit saat makan. Benturan atau luka itu dapat merusak serta menyumbat saluran air liur. Akibatnya, aliran saliva tidak dapat mengalir normal, lalu tertahan dan membentuk gelembung kista.

Baca Juga: Tenggorokan Berdahak Ganggu Aktivitas? Ini 5 Pilihan Minuman Alami yang Ampuh Legakan Saluran Napas

Faktor usia juga memiliki kecenderungan tersendiri. Mukokel lebih banyak menyerang kelompok usia di bawah 30 tahun, dengan kasus terbanyak terjadi pada rentang usia 3 sampai 20 tahun serta mencapai puncaknya pada usia 10 hingga 20 tahun.

Secara visual, mukokel tampak menyerupai kubah lunak berukuran antara 1 milimeter hingga 2 sentimeter dengan warna bening atau sedikit kebiruan. Ciri ini berbeda dengan sariawan yang umumnya berbentuk luka cekung dan menimbulkan sensasi perih saat tersentuh makanan.

Baca Juga: GTK MTsN 2 PPU Raih 12 Medali di Porseni HAB Ke-81 Kemenag 2026

Selain bibir yang tergigit, ada sejumlah pemicu lain yang patut diwaspadai. Di antaranya kebiasaan mengisap bibir, radang kronis akibat rokok, infeksi akibat tindik (piercing) bibir, trauma tindakan medis intubasi, hingga buruknya kebersihan gigi yang membuat bakteri menyumbat saluran ludah.

Mengutip rujukan WebMD, mukokel sebenarnya berpeluang pecah dan sembuh dengan sendirinya dalam rentang waktu 3 hingga 6 minggu. Namun, masyarakat sangat dilarang untuk memencet, menusuk, atau memecahkan benjolan tersebut secara mandiri di rumah.

Baca Juga: Bank Mandiri Buka Suara soal Kredit Jhonlin Baratama dan Agunan Saham PGUN-JARR

Tindakan memecahkan benjolan tanpa prosedur steril berisiko tinggi memicu iritasi baru, infeksi bakteri, hingga menyebabkan kista tumbuh kembali. Bila kista menetap, terus membesar, atau mulai mengganggu proses mengunyah dan berbicara, bantuan medis mutlak diperlukan.

Dokter gigi biasanya dapat menegakkan diagnosis langsung lewat pengamatan visual, atau memanfaatkan pemeriksaan penunjang seperti USG dan biopsi jika dicurigai ada indikasi lain. Penanganan medis yang disiapkan mencakup pengangkatan kista dengan pisau bedah maupun laser, injeksi steroid, hingga prosedur marsupialization untuk membuka saluran pengeluaran air liur yang baru.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
sariawan ranula liur benjolan