KALTIMPOST.ID, Meskipun ukurannya kecil, kemunculan luka berwarna putih atau benjolan di dalam mulut baik pada bibir, lidah, gusi, maupun pipi bagian dalam—bisa sangat mengganggu. Rasa perih yang ditimbulkannya tak jarang membuat aktivitas sederhana seperti makan, minum, hingga berbicara menjadi tidak nyaman.
Di masyarakat, keluhan ini kerap dianggap sebagai pertanda "panas dalam". Namun dari sudut pandang medis, panas dalam bukanlah diagnosis resmi. Sariawan (stomatitis aphtosa) sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi fisik hingga kesehatan mental.
Pemicu Utama Munculnya Sariawan
Sariawan tidak selalu disebabkan oleh kurang vitamin atau infeksi kuman semata. Beberapa pemicu utamanya meliputi:
- Stres dan Kelelahan: Kurang tidur dan tingkat stres yang tinggi dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, termasuk imunitas lokal di rongga mulut. Akibatnya, sariawan lebih mudah muncul berulang.
- Cedera dan Iritasi Fisik: Tergigit saat mengunyah adalah pemicu yang paling sering terjadi. Gesekan dari kawat gigi (behel), gigi tiruan yang kurang pas, serta konsumsi makanan bertekstur tajam atau terlalu pedas juga bisa melukai jaringan lunak mulut.
- Mitos Panas Dalam: Menganggap sariawan hanya sebagai efek panas dalam bisa membuat penanganannya kurang tepat. Penting untuk mengenali pemicu pastinya agar langkah perawatan yang diambil sesuai.
Tips Perawatan Mandiri di Rumah
Untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Atur Pola Makan: Hindari makanan asam, pedas, atau terlalu panas. Pilih makanan bertekstur lembut yang mudah ditelan.
- Jaga Asupan Cairan: Minum air putih yang cukup agar rongga mulut tetap lembap.
- Tetap Menjaga Kebersihan Mulut: Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikatlah gigi secara perlahan. Lengkapi dengan obat kumur antiseptik untuk membersihkan bagian mulut yang sulit dijangkau.
Sebagian besar sariawan ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika sariawan tak kunjung membaik setelah lebih dari dua minggu, ukurannya terus membesar, atau disertai demam dan nyeri hebat, segera periksakan diri ke dokter atau tenaga medis profesional.
Editor : Ilmidza