KALTIMPOST.ID,BANJARMASIN-Pisang dikenal sebagai salah satu komoditas buah yang paling fleksibel untuk diolah menjadi beragam kudapan. Di Kalimantan, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat Banjar, buah ini melahirkan berbagai variasi jajanan unik. Mulai dari bingka pisang, lepat, wadai pisang, untuk-untuk, lempeng, hingga roti pisang Banjar yang terkenal bertekstur lembut.
Namun, di balik popularitas roti pisang khas Banjar, terdapat sejarah unik terkait adaptasi bahan baku oleh masyarakat setempat.
Berdasarkan catatan sejarah kuliner lokal, masyarakat Banjar pada mulanya mendominasi pembuatan wadai (kue tradisional) dengan menggunakan tepung beras dan tepung ketan. Perubahan mulai terjadi saat tepung gandum atau terigu mulai masuk dan diperkenalkan di tanah Kalimantan.
Masyarakat kemudian mulai bereksperimen mengganti bahan baku tepung beras dengan terigu. Alasan pergantian bahan terigu inilah yang membuat kudapan tersebut dinamakan "roti", meskipun secara tampilan dan pengolahan lebih mirip dengan kue lumpur atau bingka.
Secara karakteristik, roti pisang Banjar memiliki tekstur perpaduan antara roti yang padat namun tetap empuk layaknya kue lumpur. Kuliner ini didominasi oleh aroma santan yang kuat serta wangi khas dari pisang raja. Di daerah asalnya, kudapan ini kerap disajikan hangat sebagai teman pendamping minum teh atau kopi di pagi dan sore hari.
Untuk menjaga kelestarian kuliner lokal ini, maestro kuliner Indonesia, Chef Rudy Choirudin, sempat membagikan formula resep praktis pembuatan roti pisang Banjar yang otentik melalui kanal YouTube miliknya, Simple Rudy TV.
Menurutnya, kunci kelezatan roti pisang Banjar terletak pada pemilihan pisang raja yang benar-benar matang agar rasa manisnya keluar secara alami. Selain itu, proses pengistirahatan adonan (resting) selama 30 menit menjadi poin krusial untuk menghasilkan tekstur kue yang empuk dan menyatu sempurna saat dipanggang menggunakan cetakan khusus.
Resep Roti Pisang Banjar ala Chef Rudy Choirudin
BAHAN-BAHAN:
-
Bahan 1 (Cairan): 500 ml santan kental, 1/4 sdt vanili bubuk, 2 lembar daun pandan (sobek dan ikat), 1/2 sdt garam, 1/2 sdt kunyit bubuk.
-
Bahan 2 (Adonan): 250 gram tepung terigu, 90 gram gula pasir, 2 butir telur, 65 ml margarin cair, 500 gram pisang raja (potong dadu kecil).
-
Bahan 3 (Olesan): 2 sdm margarin dicampur dengan minyak kelapa.
CARA MEMBUAT:
-
Rebus seluruh Bahan 1 sambil terus diaduk perlahan hingga mendidih agar santan tidak pecah. Matikan api, lalu diamkan hingga suhu hangat kuku.
-
Masukkan tepung terigu ke dalam wadah, tuangkan rebusan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata hingga adonan menjadi halus dan kalis.
-
Tambahkan gula pasir, telur, margarin cair, dan potongan pisang raja ke dalam adonan. Aduk hingga seluruh bahan menyatu.
-
Tutup wadah adonan menggunakan kain bersih, kemudian istirahatkan selama 30 menit.
-
Panaskan cetakan kue lumpur beserta tutupnya hingga benar-benar panas. Olesi cetakan dengan campuran Bahan 3.
-
Tuang adonan hingga memenuhi tiga perempat tinggi cetakan. Tutup rapat cetakan agar panas terperangkap dan mematangkan bagian atas tanpa perlu dibalik.
-
Masak hingga bagian bawah berwarna kuning kecokelatan. Setelah matang, olesi permukaan roti dengan sedikit margarin sebelum diangkat. Sajikan selagi hangat.(*)