KALTIMPOST.ID, SENDAWAR -
Sudah sebulan lebih kondisi air Sungai Idatn, Kutai Barat, tak seperti biasanya, kondisi air sungai jauh lebih keruh dan pekat oleh lumpur. Kondisi ini menyulitkan warga Kampung Engkuni Pasek yang mengandalkan Sungai Idant sebagai sumber air bersih.
"Air Sungai Idatn sebelumnya tidak pernah sekeruh ini, belakangan ini keruhnya lebih pekat," ungkap warga yang meminta namanya tak ditulis, Jumat (23/5/2025).
Selama sebulan lebih warga mengaku sudah tidak menggunakan air bersih yang bersumber dari Sungai Idant, pasalnya keruh oleh lumpur. Warga terpaksa membeli air tandon untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami minta pemerintah dan DLH Kubar segera turun tangan cek kondisi air Sungai Idatn," tegasnya.
Sementara itu Petinggi Kampung Engkuni Pasek Matias Indra melalui stafnya Sandi mengaku sudah melakukan pengecekan ke hulu sungai beberapa waktu lalu.
"Hasilnya untuk Sungai Idatn di hulu tidak ada air keruh, air keruh pekat bersumber dari Sungai Lajaaq," terangnya kepada Kaltim Post, Jumat (23/5/2025).
Namun penelusuran kami tidak sampai ke hulu titik di mana diduga penyebab keruhnya Sungai Idatn.
Namun demikian pihak Kampung Engkuni Pasek berharap penanganan segera terkait tercemarnya Sungai Idatn, selain merupakan sumber air bersih, keruh pekat ini juga berpotensi merusak ekosistem sungai.
Berdasarkan informasi yang Kaltim Post dapat dari beberapa sumber, diduga di bagian hulu dilakukan penambangan galian C. Bahkan parahnya tersebar informasi menyebutkan diduga ada penambangan emas. (*)
Editor : Duito Susanto